Berempat.com

Berkabar.ID –Musim kerap datang silih berganti di sepanjang hari, kadang panas yang terlalu menyengat di siang hari lalu hujan desa menjelang senja. Bisa juga satu hari mendung dan dingin namun tak hujan.

Instruktur klinis pada pengobatan internal di NYU Langone Healt, Albert Ahn mengungkapkan perubahan cuaca membawa banyak perubah pada tubuh dan pikiran seseorang. Saat temperatur udara turun, terjadi hal-hal yang terbilang aneh yang kadang tak didasari.

Dilansir dari media kesehatan ternama, Albert Ahn mengatakan terdapat 7 hal aneh yang terjadi pada tubuh saat udara dingin.

Apa saja? Simak dibawah ini:

1. Kalori tubuh terbakar
Yang pertama, tubuh mengenal tingkat metabolisme basal atau basal metabolic rate (BMR). BMR merupakan kondisi di mana tubuh mengonsumsi kalori untuk fungsi metabolisme dasar seperti mempertahankan suhu badan, memperbaiki sel, dan memompa darah. Saat udara dingin, kalori yang terbakar akan meningkat. Tubuh perlu kalori lebih untuk membuat tubuh tetap hangat.

Namun, Albert mengingatkan untuk tidak memasukkan hal ini ke dalam rencana menurunkan berat badan. “Perbedaannya tak begitu signifikan, tapi anda cenderung membakar kalori lebih saat tubuh mencoba untuk tetap hangat,” jelasnya (15/11/2017).

2. Jari ‘mengecil’
Yang kedua ini mungkin sebagian orang kadang tak sengaja kehilangan cincin saat udara dingin ekstrem. Ini bukan soal kecerobohan pemilik cincin. Ahn menjelaskan, jari tangan dan kaki cenderung ‘membengkak’ saat udara panas. Jika jari tangan atau kaki terlihat mengecil, itu disebabkan aliran darah ke daerah tersebut hanya sedikit.

“Udara dingin cenderung menyempitkan aliran darah untuk memelihara suhu badan dan menjaga suhu pusat tubuh,” kata Albert.

3. Rasa sakit pada jari tangan dan kaki
Lalu, Albert menjelaskan, beberapa orang dapat mengalami kondisi yang disebut penyakit Raynaud. Penyakit ini membuat beberapa bagian tubuh lumpuh atau mati rasa saat terpapar udara dingin atau stres. Area yang sering mengalami seperti tangan, kaki dan telinga. Hal ini disebabkan pembuluh arteri yang menyuplai darah ke kulit menyempit karena merespons udara dingin.

“Ini tak berbahaya, tapi akibatnya bisa timbul rasa sakit,” tambahnya.

4. Penglihatan terganggu
Kemudian, udara yang dingin rupanya dapat menganggu pengelihatan. Sinar matahari yang memantul pada salju atau sungai yang membeku dapat berpotensi membuat kornea terluka atau terbakar. Saat udara dingin, pastikan menggunakan kacamata saat berolah raga di atas salju.

5. Risiko lebih besar terkena serangan jantung
Yang kelima 5 ini, udara dingin ekstrem seperti yang dialami oleh mereka yang tinggal di negara empat musim punya risiko lebih besar untuk terkena serangan jantung. Ahn berkata. ini umum dialami orang-orang tua, tapi sebaiknya menjadi perhatian semua.

“Saat tubuh mencoba untuk tetap hangat, ini meningkatkan tekanan pada jantung. Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah hingga ke ujung jari. Ini juga meningkatkan tekanan darah,” jelasnya.

6. Wajah memerah
Lanjut yang ke6, sama halnya saat udara panas, telinga atau hidung memerah saat udara dingin. Penyebabnya kemungkinan aliran darah dialihkan menuju area yang lebih vital seperti organ hati atau paru-paru. Saat tubuh menghangat, kemerahan di wajah akan hilang dan aliran darah dapat normal kembali.

7. Mood jadi drop
Yang terakhir, saat musim dingin, orang mungkin mengenal istilah ‘winter blue’. Tampaknya ini bukan sekadar istilah belaka. Musim dingin berarti semakin sedikit waktu untuk menikmati sinar matahari.

Mood atau perasaan semakin menurun akibat kekurangan vitamin D. Albert merekomendasikan suplemen vitamin D untuk menolong situasi ini.

Nah itulah 7 perubahan yang terbilang aneh dan tak disadari saat udara dingin.

Berempat.com