Bangunan terakhir yang masih berdiri di proyek Frontage Sisi Barat di Jalan Ahmad Yani, Surabaya. (KOMPAS.com/Achmad Faizal)
Berempat.com

Cerita unik kini datang dari Kota Surabaya, kota pahlawan dengan seribu cerita di baliknya. Sebuah rumah sederhana yang terletak di Jalan Ahmad Yani ini sempat menghebohkan dunia maya. Bukan karena fasilitasnya yang mewah atau desainnya yang menawan, namun rumah yang satu ini justru tampak seperti rumah pada umumnya, jauh dari kata mewah dan terlihat biasa-biasa saja.

Tapi jangan salah, Anda akan sangat terkejut bila mengetahui harga rumah yang satu ini. Rumah ini telah ditawar dengan harga yang fantastis, yakni Rp 2,2 Miliar. Luar biasa bukan? Namun apa yang menjadikannya begitu mahal? Apakah ada harta karun di dalamnya ataukah nilai sejarah akan rumah ini lah yang menjadikannya mahal? Ternyata tidak. Yang membuat rumah yang satu ini berharga sangat mahal karena rumah ini menjadi satu-satunya rumah yang berdiri di atas proyek frontage road Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Rumah ini pun menjadi satu-satunya bangunan yang belum bisa dirobohkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebenarnya proyek frontage road ini sudah bisa dikatakan rampung, akan tetapi karena keberadaan rumah kasipan ini pada akhirnya membuat pengerjaan proyek tidak bisa rampung 100%. Jika dilogika, harga Rp 2,2 miliar yang ditawarkan kepada pihak pemilik rumah sebenarnya sudah lebih dari cukup, akan tetapi, ternyata proses hak waris rumah kasipan masih dalam sengketa.

Rumah kasipan ini ternyata memiliki 2 sertifikat kepemilikan, ada sertifikat lain yang diterbitkan oleh BPN, padahal sang pemilik saat ini yakni kasipan telah memiliki bukti kepemilikan rumah berupa SPHS yang terbit tahun 1960 silam, sedangkan bukti kepemilikan rumah yang lain baru muncul pada 2010.

Kepemilikan sertifikat ganda itulah yang membuat sengketa atas rumah ini tidak bisa diselesaikan oleh Pemkot Surabaya dengan mudah. Kasipan sendiri merupakan keponakan sekaligus ahli waris yang saat ini menempati bangunan tersebut. Kasus sengketa ini pun belum diketahui kelanjutan dan penemuan titik terangnya. (Deddy Sugianto)

Berempat.com