Penari Saman Asean Games (Foto Liputan 6)
Berempat.com

1600 penari Saman yang membuat harum citra Indonesia di mata dunia saat Opening Asian Games 2018 akhirnya mendapatkan honornya sebesar Rp 500 ribu per anak yang dibagikan melalui sekolah masing-masing. Maklum meski telah membuat dunia berdecak kagum, namun para peari saman yang telah berlatih selama 5 bulan itu tak juga mendapatkan honor meski gelaran olahraga Asean Games telah usai.

Kabar belum dibayarkannya honor penari Saman dari 18 sekolah menengah atas (SMA) se-DKI Jakarta ini pun sempat menjadi perbincangan warganet. Ramainya pemberitaan honor dari penari ratoh Jaroe  diduga bermasalah, akhirnya para penari mendapatkan honornya. ”Latihan 5 bulan mestinya dapat honor 2 jtan, pas terima dari sekolah cuma 50 0ribu.” tulis @timothylumare dalam cuitannya seperti dikutip oleh HITEKNO dari Twitter.

Bayaran Rp 500.000 ini membuat netizen heran. Mereka ikut berkomentar. Banyak yang merasa bahwa bayaran ini tidak sebanding dengan usaha yang sudah para siswi lakukan untuk memberikan kemegahan di Opening Asian Games 2018 lalu.

Nmaun belum semua penari mendapatkan honor, Siswa SMA Negeri 6 Jakarta yang terlibat dalam pagelaran tari Ratoh Jaroe di pembukaan Asian Games 2018, mengaku belum menerima honor. Padahal sebelum mereka dijanjikan akan mendapat honor sekitar Rp 3 juta per orang. “Tapi sampai sekarang semua belum ada,” kata seorang siswa yang tidak mau disebut namanya, Kamis (20/9).

Sebelumnya, Direktur Media dan Hubungan Masyarakat Inasgoc Ratna Irsana mengatakan uang operasional untuk siswa yang terlibat dalam pembukaan Asian Games sudah diberikan lewat sekolah. Masing-masing siswa mendapat 15 dolar AS atau sekitar Rp 200 ribu untuk sekali latihan. Jika siswa menjalani 15 kali latihan, total yang mereka terima sekitar Rp 3 juta per siswa. “Kami sudah membayar lunas, semua ada dokumen dan bukti transfernya,” kata Ratna.

Untuk pembukaan Asian Games 2018, SMA Negeri 6 mengirimkan 169 siswa sebagai penari. Seorang siswa kelas XI mengatakan, pada Rabu lalu kepala sekolah mengumpulkan siswa-siswa itu di aula. Kepala sekolah mengatakan telah menerima uang dari panitia Asian Games sebesar Rp 523,7 juta.

Uang tersebut diberikan melalui tiga tahap, yaitu pada April 2018 sebanyak Rp 103,7 juta, pada Juli 2018 sebesar Rp 212,4 juta dan terakhir pada 17 September 2018b sebesar Rp 207,5 juta.

Kepala sekolah kemudian menjelaskan uang tersebut telah digunakan sekitar Rp 270 juta untuk kebutuhan konsumsi dan transportasi siswa selama latihan. Sisanya dana sebesar Rp 253,7 akan dialokasikan untuk honor siswa sebesar Rp 237,3 dan penggunaan fasilitas sekolah Rp Rp 116,4 juta.

Juru bicara SMA Negeri 6 Husniwati membenarkan sekolah telah menerima uang dari panitia Asian Games. Husniwati tidak bisa merinci penggunaan dana karena ia tidak terlibat dalam proses latihan. Pengelolaan dana juga dipegang oleh kepala sekolah, leader siswa, dan bendahara sebagai pengelola anggaran.

“Hari ini kepala sekolah dikumpulkan ke dinas pendidikan terkait uang Asian Games itu,” ujarnya.Husniwati memastikan, honor siswa yang ikut pagelaran tari Ratoh Jaroe Asian Games akan dibayarkan hari ini. Sebab, pembayaran tahap tiga baru dikirim panitia ke rekening sekolah pada 17 September.

Berempat.com