Berempat.com

Manusia mana yang tidak ingin merasakan kebahagiaan di dalam hidupnya? Mungkin tak ada satu pun orang tak menginginkan hal tersebut. Dan kebahagiaan pun telah tercipta dalam sebuah gelaran akbar bertajuk “Konser Monokrom Tulus Jakarta” yang dihelat pada Rabu, (6/2/2019) malam di Istora Senayan Jakarta, yang dijadikan momen bersejarah bagi karya-karya terbaik yang telah diciptakan Tulus dalam ketiga albumnya.

Puluhan ribu pasang mata menjadi saksi dari momen bersejarah itu. Riuh suara terdengar dan bergema mengisi seluruh arena pertunjukan konser. Dengan pakaian serba hitam, Tulus lebih senang menyebutnya dengan konsep “Monokromatik”, penyanyi kelahiran Bukittinggi 31 tahun silam tersebut itu tak banyak berbasa-basi untuk mengawali penampilannya.

Lagu berjudul “Baru” didapuk menjadi pembuka dalam megakonser yang digelar atas kerjasama antara Tulus Company dan Rajawali Indonesia tersebut. Riuh suara ribuan penonton tak pernah absen untuk ikut mengiringi Tulus mempresentasikan karya-karyanya yang juga melibatkan Papermoon Puppet Theatre dan banyak kolaborator lainnya itu.

Seperti tak ingin memberikan jeda sedikit pun, penyanyi bernama lengkap Muhammad Tulus itu langsung menyanyikan lagu lainnya dengan judul “Jatuh Cinta”, yang menjadi salah satu karya terbaik dari Tulus di dalam album pertamanya. Kehangatan pun begitu terasa, saat penyanyi yang telah banyak menciptakan banyak lagu ini bernyanyi sambil berjalan di atas panggung yang diciptakan sangat dekat dengan penonton.

“Halo, perkenalkan nama saya Tulus. Sampai detik ini sebetulnya saya masih berusaha untuk rileks di hadapan kalian semua. Saya berharap semua orang yang hadir di sini harus meluapkan kebahagiaannya. Jangan ada yang ditahan-tahan,” tutur Tulus.

Tak hanya meminta para pendengarnya untuk turut serta memberikan kebahagiaannya, Tulus pun mengisahkan tentang bagaimana ia sebelumnya tak pernah bermimpi untuk bisa berkarier di dunia musik. Di awal perjalanan bermusik, Tulus tak pernah terpikir sedikit pun untuk menggelar sebuah konser tunggal yang disaksikan oleh ribuan manusia yang ingin mendengarkan karya-karyanya.

“Saya tidak memiliki ekspektasi yang lebih ketika pertama kali membuat album pertama. Semua ini bisa terjadi karena kalian semua. Saya tidak ingin banyak berkata malam ini. Saya ingin kalian menikmati semua dengan penuh kebahagiaan. Terima kasih untuk apresiasi teman-teman yang sudah mengantarkan saya sampai di titik ini,” ungkap Tulus.

Dalam “Konser Monokrom Tulus Jakarta”, Tulus berhasil menyanyikan lebih dari 20 lagu yang diambil dari ketiga album yang sudah ia rilis selama karier bermusiknya. Di antaranya “Gajah”, “Ruang Sendiri”, “Tukar Jiwa”, “Cahaya”, “Bumerang”, “Monokrom”, “Teman Hidup”, “Sewindu”, “Sepatu”, “Pamit”, “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”, dan masih banyak lainnya.

CEO Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi, selaku promotor “Konser Monokrom Tulus Jakarta” memaparkan, seperti yang diharapkan Tulus ada di dalam konsernya, bahwa kebahagiaan begitu terasa sangat melekat dalam konser tersebut. Anas sendiri beberapa kali sempat menangkap rona bahagia itu dari wajah-wajah penonton yang hadir menyaksikannya secara utuh.

“Ini merupakan sebuah momen yang sangat luar biasa. Saya bisa menangkap kebahagiaan itu terpancar dari wajah-wajah para penonton yang hadir. Tulus berhasil mempresentasikan karya musiknya yang juga dibawakan oleh banyak kolaborator yang ada di dalamnya,” jelas Anas.

Diungkapkan Anas, dalam “Konser Monokrom Tulus Jakarta” pihaknya berhasil menjual sebanyak 5.000 tiket yang dijual secara online maupun di lokasi pertunjukan. “Alhamdulillah total tiket yang terjual untuk Konser Monokrom Tulus Jakarta ini sebanyak 5.000 tiket. Apresiasi yang begitu besar telah diberikan oleh para pendengar musik Indonesia kepada Tulus,” tambah Anas

Berempat.com