Bedah buku indoensia tidak pernah dijajah
Berempat.com

Seperti tertulis dalam sejarah, Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun yang dilanjutkan Jepang menjajah Indonesia 3,5 tahun.

Sejarah Indonesia pernah dijajah itu coba diluruskan sejawan sejati, Batara R. Hutagalung. Dalam buku Indonesia Tidak Pernah Dijajah, Batara mengulas banyak fakta mengatakan bahwa Indonesia tidak pernah dijajah.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menatakan buku tersebut layak didiskusikan untuk mengrikitisi peristiwa yang sebenarnya terjadi pada zaman penjajahan.

“Apakah betul kita dijajah selama 350 tahun? Atau hanya di Batavia saja? Aceh sekitar 40 tahun. Sumatera Barat 80 tahun,” ujarnya pada acara bedah buku Indonesia Tidak Pernah Dijajah, di ruang Kura-kura I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Batara mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia belum pernah dijajah. Akan tetapi, yang pernah dijajah demikian lama adalah kerajaan-kerajaan lokal, besar, dan kecil yang telah lama ada sebelumnya. “Sejak tahun 1945 kita tidak pernah dijajah,” jelasnya.

Batara mengatakan bagaimana mungkin Negara sekecil Belanda dengan jumlah penduduk yang  sedikit bisa menguasai Indonesia. Faktanya, Belanda tidak langsung menduduki Indonesia secara bersamaan, melainkan mengalahkan kerajaan demi kerajaan, daerah demi daerah dengan strategi politik pecah belah (devide et impera).

Lebih lanjut Batara mengatakan, setelah sekian lama daerah demi daerah dikuasai Belanda, yang menyadarkan para pemuda dari seluruh daerah unutk bersatu dalam Sumpah Pemuda.

Pasca para pemuda bersatu, sekutu Belanda pun tak bisa mengalahkan Tentara Nasional Indonesia hingga ke Konferensi Meja Bundar (KMB). “Maka dari itu, cara satu satunya menguasai Indonesia harus dipecah belah. Hati-hati kita saat ini sedang dipecah belah dan adu domba. Dulu rakyat dipecah belah dengan paham komunis, lalu dipecah belah dengan konflik antar agama,” ujarnya.

“Sekarang diadu domba antar agama. Ini saya peringatkan. Devide  et impera. Satu-satunya menguasai Indoensia. Dipecah dulu dengan berbagai macam cara. Jika kita ingin wariskan indoensia. Maka kita harus bersatu guna menjadi bangsa pemenang,” pungkasnya.

Berempat.com