Berkabar.id – Penyakit HIV/AIDS merupakan salah satu momok menakutkan bagi banyak orang dalam beberapa dekade terakhir. Sudah banyak nyawa yang hilang akibat menderita penyakit tersebut.

HIV sendiri merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Ya, HIV adalah sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh (imunitas) manusia. Orang yang terkena HIV, tubuhn ya tidak akan mampu melawan infeksi dan penyakit. Akibatnya, kondisi pasien HIV akan semakin melemah dari hari ke hari.

HIV merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan prosesn penukarannya cukup mudah, sehingga Anda dapat mudah tertular jika tidak berhati-hati. Beberapa proses penularan virus ini diantaranya melalui:

  • Hubungan seks yang tidak menggunakan pengaman (kondom)
  • Penggunaan alat suntik atau jarum tattoo secara bersamaan, khususnya untuk pengguna obat-obatan terlarang yang kerap kali berbagi alat suntik
  • Ibu hamil yang positif mengidap HIV dan akan menularkan virus ini ke bayinya
  • Tranfusi darah yang tidak steril

Hingga kini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan HIV. Jenis pengobatan yang ada saat ini hanya dilakukan untuk menghambat pertumbuhan virus di dalam tubuh penderitanya, sehingga memperpanjang usia dan membuat penderitanya dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara normal.

Perlu diketahui, penularan HIV hanya dapat dilakukan jika Anda melakukan seks oral dengan penderitanya. Dengan kata lain, Anda tidak akan tertular jika hanya berbicara atau bersalaman dengan penderita HIV.

Sejatinya, HIV ialah virus yang cukup lemah. Virus ini tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. Virus ini bisa ditemukan di cairan tubuh orang yang sudah terinfeksi HIV. Bentuk cairan tubuh itu sendiri dapat berupa cairan vagina, cairan sperma, darah, cairan anus, dan ASI.

HIV juga tidak bisa menular melalui urin atau keringat. HIV juga tidak menyebar melalui udara. Jadi, Anda tidak perlu khawatir tertular ketika melakukan komunikasi tatap muka dengan penderita HIV.

Penderita HIV akan merasakan beberapa gejala tak lazim. Bahkan orang awam sekalipun dapat melihat apakah seseorang sedang terinfeksi HIV melalui ciri-ciri yang ditunjukkan penderitanya. Berikut ini adalah ciri-ciri jika seseorang terjangkit HIV secara umum, seperti yang dilansir dari laman bacaterus.

1. Demam

Demam yang dirasakan oleh penderita HIV ini tidak ada bedanya dengan penderita flu. Pasien akan memiliki suhu tubuh sekitar 38 derajat celcius atau lebih. Demam ini menandakan bahwa virus mulai menyebar ke aliran darah dan mereplikasi dalam jumlah cukup besar. Akibatnya, terjadi suatu reaksi inflamasi dari sistem imunitas tubuh.

2. Tubuh Sakit dan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Rasa sakit di tubuh pasien HIV meliputi pegal, nyeri sendi maupun nyeri otot. Tubuh pasien akan terasa sakit semua seperti sehabis melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Sering kali pihak dokter maupun pasien terkecoh dengan gejala ini dan menyangkan pasien sedang menderita penyakit hepatitis atau sifilis. Sedangkan pembengkakan kelenjar getah bening adalah bentuk reaksi dari imunitas tubuh yang berusaha melawan virus ini.

3. Lelah

Pasien HIV akan merasa mudah kelelahan. Padahal, mereka mungkin tidak melakukan aktivitas apa pun yang dapat membuat tubuh merasa lelah. Rasa lelah ini membuat pasien merasa ingin tidur terus menerus dan tidak ingin melakukan aktivitas apa pun. Kelelahan akut yang dialami oleh pasien disebabkan karena sistem imun sedang aktif bekerja.

4. Sakit Tenggorokan dan Sakit Kepala

Ini merupakan jenis penyakit umum yang pernah dialami oleh hampir semua orang. Namun, jika Anda merasakan sakit tenggorokan dan sakit kepala setelah aktivitas seks Anda tidak terlalu bebas, maka Anda harus memikirkan tentang infeksi HIV. Periksakan diri Anda untuk memastikan apakah Anda sedang terinfeksi virus berbahaya ini atau tidak.

5. Mual, Muntah, dan Diare

Gejala yang satu ini sangat mirip dengan gejala penyakit lain, contohnya tukak lambung. Mual, muntah, dan diare ini hanya dialami pasien pada tahap awal HIV. Gejala ini mengindikasikan bahwa sistem imun tubuh sudah tidak sanggup untuk melawan virus ini lagi.

6. Berkeringat Di Malam Hari

Malam hari tentu lebih sejuk dibandingkan dengan siang hari. Akan tetapi, 50% pasien HIV selalu berkeringat lebih banyak di malam hari walaupun mereka tidak sedang melakukan aktivitas apa pun. Bahkan, meskipun pasien sedang berada di dalam ruangan ber-AC, ia akan berkeringat lebih banyak sehingga membuat pakaiannya basah.

7. Perubahan Pada Kuku

Ciri selanjutnya dapat dilihat pada kuku. Ya, kuku pasien HIV akan berubah bentuk dan warna. Kuku pasien akan menjadi melengkung dan teksturnya lebih tebal. Selain itu, warna kuku akan berubah menjadi kehitaman atau bahkan kebiruan.

8. Gangguan Pada Paru-Paru

HIV merupakan virus yang dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru. Pneumonia adalah jenis infeksi paru-paru yang kerap kali dialami oleh pasien HIV. Gangguan pada paru-paru ini tentu menyebabkan gangguan pernapasan bagi pasien HIV. Infeksi pada paru-paru ini disebabkan karena imunitas pasien terus menurun setiap harinya.

9. Ruam Pada Kulit

Ruam yang dialami oleh pasien HIV ini lebih nampak seperti bisul. Warna ruam ini merah muda dan terasa sangat gatal. Selain ruam, di permukaan kulit pasien HIV juga nampak bintik-bintik ungu yang tidak kunjung hilang.

10. Berat Badan Menurun

Penurunan berat badan secara drastis juga dialami oleh pasien HIV. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan sistem kekebalan tubuh yang juga menurun. Jika dibiarkan, maka kondisi pasien akan semakin melemah dan juga memburuk.

Berikut adalah ciri-ciri umum seseorang terkena HIV. Selalu jaga kesehatan dan berhati-hati. Berhubungan seks secara sehat dan tidak sembarangan akan menghindarkan anda dari virus HIV. Semoga informasi ini bermanfaat.