Ilustrasi (girlspring.com)
Berempat.com

Berkabar.IDTest pack selalu menjadi alat yang pertama kali digunakan oleh kaum hawa untuk memastikan apakah dirinya sudah hamil atau belum. Tapi, meskipun hasil test pack diklaim memiliki tingkat akurat 99,99% nyatanya tak selalu begitu. Sebab bisa jadi ketika diperiksa ke dokter atau ketika dicek dengan ultrasonografi (USG) hasil kehamilan malah negatif.

Bila hal tersebut menimpa Anda kaum hawa, maka tak perlu terlalu risau. Sebab hal tersebut tergolong lumrah terjadi. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan Benny Johan Marpaung dalam perayaan kelima Orami di Jakarta, Rabu (21/2).

Selama ini, kaum hawa memang menentukan dirinya sudah hamil atau tidak dari beberapa tanda, mulai dari datang bulan yang telat, mual muntah, tubuh mudah lelah, dan sering berkemih. Namun, menurut Benny, itu bukanlah tanda-tanda pasti kehamilan.

“Ada orang (hamil) yang tidak menampakkan tanda tersebut. Mual muntah dan tanda lainnya ini juga bisa jadi gangguan pencernaan,” sambung Benny.

Benny juga menerangkan bahwa ada dua tanda yang bisa menunjukkan seseorang dianggap hamil, yakni tanda subyektif dan obyektif. Untuk tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas merupakan tanda subyektif yang memang sering kali mengecoh seseorang sehingga dianggap sedang hamil.

Test Pack dan Dokter Punya Acuan yang Berbeda Dalam Penentuan Kehamilan

Ilustrasi (cosmomom.net)

Seperti yang diketahui, perbedaan hasil positif yang diberikan test pack dengan USG bisa berbeda lantaran bedanya acuan yang digunakan. Untuk test pack, tes kehamilan menggunakan urine, sedangkan dokter melakukan pemeriksaan melalui USG.

Menurut Benny, test pack akan menunjukkan perempuan hamil jika kandungan hormon kehamilan Human Chorionic Gonadopotropin (hCG) lebih dari 50 iu/L. Benny pun mengakui bahwa akurasinya mencapai 99 persen. Tapi, itu berarti masih ada kemungkinan 1 persen salah.

Sementara dokter yang menggunakan USG menentukan kehamilan seorang perempuan dari kemunculan kantong kehamilan. Benny menerangkan, kantong itu sendiri baru terbentuk setelah empat minggu terjadi pembuahan.

“Ini biasanya muncul 20 hari setelah proses pembuahan. Akan tampak seusai 8 hari perempuan telat datang bulan,” papar Benny lebih lanjut.

Penjelasan serupa pun datang dari dr. Suci Dwi Putri. Dalam jawaban konsultasi online di Klikdokter.com pada Maret 2016 lalu, Suci menerangkan bahwa pemeriksaan test pack yang punya keakuratan hingga 99 persen bisa saja palsu.

Beberapa penyebab terjadinya hasil negatif palsu, menurut Suci, yakni akibat kesalahan teknik pemeriksaan, terlalu lama mencelupkan strip, atau bisa jadi karena kadar hormon B-hCG dalam urine belum mencukupi.

Pengaruh obat atau bahan kimia yang masuk ke tubuh juga bisa menjadi munculnya status positif hamil palsu di test pack, seperti pemakaian b-hCG untuk terapi kesuburan dan diet, obat diuretik, obat anti-Parkinson, bahan kimia atau sabun yang terkontaminasi pada urin, hingga Vitamin C dosis tinggi yang juga bisa memengaruhi hasil tes 4.

Sebab itu, Suci menerangkan pula bila tanda kehamilan yang pasti bisa dilihat berdasarkan tanda obyektif, yakni terasanya bagian janin serta gerak janin pada perabaan, terdengar bunyi jantung pada auskultasi, dan terlihat gambaran janin pada USG.

Baik Suci maupun Benny sama-sama merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan melalui metode USG. Pasalnya, metode ini lebih bisa memastikan apakah seseorang benar hamil atau tidak.

Sebab melalui USG bisa terlihat adanya kantung kehamilan di rongga rahim berupa gambaran bulat hitam berbatas tegas. Selain itu, besarnya diameter kantung kehamilan tergantung usia kehamilan.

Berempat.com