Berempat.com

Pemilik kendaraan baik motor maupun mobil tentu memiliki STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Setiap tahun pemilik kendaraan wajib membayar pajak dengan beberapa komponen di dalamnya.

Tahukah Anda jika pengndara akan dilindungi asuransi kecelakaan yang bernama SWDKLLJ. SWDKLLJ adalah singkatan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Nah dengan membayar SWDKLLJ saat membayar pajak kendaraan, maka otomatis Anda tercatat ikut asuransi yang dikelola oleh perusahaan BUMN yang bernama Jasa Raharja.

Besarnya tarif SWDKLLJ tergantung dari tipe kendaraan
Untuk motor dengan kapasitas mesin 50 cc s/d 250 cc, akan dikenai tarif sebesar Rp. 35.000. Sedang kendaraan untuk jenis Sedan, Station Wagon, Jip, Mini Bus dll, sebesar Rp.143.000.

Kegunaan yang didapat dari SWDKLLJ, yaitu Anda memperoleh perlindungan asuransi bila terjadi kecelakaan jalan raya.

Besarnya santunan yang diberikan oleh Jasa Raharja berdasar pada Ketetapan Menteri Keuangan RI Nomor 36/PMK.010/2008 dan 37/PMK.010/2008 tanggal 26 Februari 2008 dengan rincian sebagai berikut:
– Meninggal Dunia, sebesar Rp. 25.000.000,-
– Cacat (Maksimal), sebesar Rp. 25.000.000,-
– Biaya Rawat (Maksimal), sebesar Rp.10.000.000,-
– Biaya Penguburan, sebesar Rp. 2.000.000,-

Bagaimana cara utk dapatkan santunan tsb…. ?

1. Menghubungi kantor Jasa Raharja terdekat.

2. Isi formulir ajuan dengan memasukkan (Laporan kecelakaan dari pihak kepolisian/pihak berwenang), Surat Keterangan Kesehatan dari dokter,
Jati diri (KTP) korban/ahli waris korban.

3. Jika korban luka-luka dilampirkan kuitansi biaya perawatan dan pengobatan asli.Sedangkan jika meninggal dunia, dibutuhkan Kartu Keluarga atau Surat Nikah.

4. Hak santunan menjadi tidak berlaku bila waktu mengajukan lebih dari 6 bulan, sejak mulai terjadinya musibah Atau tak dilakukan penagihan kurun waktu 3 bulan
sejak mulai hak santunan di setujui oleh Jasa Raharja.

Santunan ini diberikan tidak hanya pada seseorang pengemudi tapi juga berlaku pada berapa penumpang yang turut jadi korban kecelakaan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15 dan 16/PMK.10/2017 tanggal 13 Februari 2017 ada peningkatan sumbangan yang diberikan.

Meninggal dunia (ahli waris) dari Rp. 25.000.000,- (Dua puluh lima juta Rupiah), naik menjadi Rp. 50.000.000 (Lima puluh juta Rupiah).

Cacat tetap dari Rp. 25.000.000,- (Dua puluh lima juta Rupiah), naik menjadi Rp. 50.000.000,- (Lima puluh jutaRupiah).

Biaya perawatan luka-luka maksimal dari Rp. 10.000.000,- (Sepuluh juta Rupiah), naik menjadi Rp. 20.000.000,- (Dua puluh juta Rupiah).

Penggantian biaya P3K dari tdk ada menjadi Rp. 1.000.000,- (Satu juta Rupiah).

Penggantian biaya ambulans dari tdk ada menjadi Rp. 500.000,- (Lima ratus ribu Rupiah).

Biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris – red),
dari Rp. 2.000.000,- (Dua juta Rupiah), naik menjadi Rp. 4.000.000,- (Empat juta Rupiah).

Berempat.com