Berempat.com

Mantan Suami Tsania Marwa, Atalarik Syah secara mengejutkan mengajukan banding atas putusan cerai yang diterimanya terhadap Tsania Marwa. Tsania pun mempertanyakan mengapa Atalarik mengajukan banding.

Surat banding yang diterima Marwa dibuat Atalarik pada 29 September 2017. Ia sendiri bingung kenapa mantan suaminya itu membuat surat tersebut.

“Saya terima surat ini tanggal 29 September 2017. Masih “CINTA”? Setelah saya tidak boleh bersama anak2 saya, barang2 saya dijadikan “aset”, fitnah-fitnah “keji” dengan melaporkan saya saat mengunjungi rumah (yang kononnya saya diizinkan menjenguk anak2 saya dirumah kapanpun).. OH, INIKAH CINTA?,” tulis Tsania lewat postingan di Instagram.

Marwa merasa apa yang dilakukan Mantan suaminya sebelum resmi bercerai sudah lebih dari keterlaluan. Ia pun berharap Atalarik menikmati hidupnya saat ini usai berbisah dengan dirinya.

“Kasihan mereka yang selalu menanti. Pasangan hidup mudah diganti namun Ikatan Ibu itu KEKAL ABADI. Lalu apa tujuan surat banding cerai? Nikmatilah kebahagiaan barumu dan kembalikanlah anak-anakku!,” kata Tsania lagi.

Sebagaimana diketahui, Tsania Marwa dan Atalarik sudah diputuskan bercerai oleh Pengadilan Agama Cibinong pada 15 Agustus 2017. Dari putusan itu, Tsania ternyata tak mendapat hak asuh anak.

Akankan Tsania Marwa luluh dan mau bersatu lagi dengan adanya surat pernyataan banding dari Atalarik?

-Jilid 1: Saya terima surat ini tanggal 29 September 2017. Masih "CINTA"? Setelah saya tidak boleh bersama anak2 saya, barang2 saya dijadikan "aset", fitnah-fitnah "keji" dengan melaporkan saya saat mengunjungi rumah (yang kononnya saya diizinkan menjenguk anak2 saya dirumah kapanpun).. OH, INIKAH CINTA? Jilid 2: Syarif Muhammad. Ingat pesan Umi ya pas kita terakhir ketemu "KAMU HARUS KUAT" karena ALLAH MAHA KUASA! (Semoga konseling kamu pagi ini dapat membuat kamu lebih tenang ya Nak). Umi tidak pernah jauh dari kamu. Jilid 3: Aisyah Shabira. Maafin Umi bilang "shooting". Umi terpaksa bohong, karena ada syarat kalau mau ketemu kalian, Umi harus setuju dengan perjanjian yang mengharuskan pada hari itu kamu dan Syarif tidak bisa pulang sama Umi. Tangisan kamu yang menguatkan Umi untuk terus berjuang! Andaikan kita bisa selalu bersama, kamu tidak akan merasakan sakit ini, begitupun Umi. Jilid 4: Kasihan mereka yang selalu menanti. Pasangan hidup mudah diganti namun Ikatan Ibu itu KEKAL ABADI. Lalu apa tujuan surat banding cerai? Nikmatilah kebahagiaan barumu dan kembalikanlah anak-anakku!

A post shared by Tsania Marwa (@tsaniamarwa54) on

Berempat.com