Berempat.com

Kemarin diceritakan pemuda asal Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Blora, juga menjadi “korban” keganasan alas Bonggan. Kali ini malah petugas Sentra Pelayanan Masyarakat Polsek Todanan, Blora, Jawa Tengah yang mengalami peristiwa mistis tersebut.

Lima tahun lalu, giliran Briptu (pangkatnya waktu itu) Soewigyo yang menjadi korbannya. Pensiunan Briptu Soewignyo yang sehari-harinya dulu berdinas di Sentra Pelayanan Masyarakat Polsek Todanan, Blora, Jawa Tengah itu pernah juga tersesat di Hutan Bonggan.

Menurut cerita Soewignyo, saat ia mau pulang dari Mapolsek Todanan, hujan deras mengguyur wilayah Blora. Sebelum menerobos guyuran hujan, ia mengenakan jas hujan dan helm. Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer menuju rumahnya di Kenduruan, Blora, ia melintas di kawasan hutan.

“Lampu utama motor saya tiba-tiba rusak, mau copot kacanya. Terus saya betuli sejenak, selanjutnya sambil jalan saya pegangi. Tapi, saya enggak sampai-sampai rumah. Ternyata saya semalam suntuk ada di tengah hutan,” cerita Briptu Soewignyo lalu tertawa.

“Itu pengalaman yang terlupakan, karena aneh. Saya merasa naik motor di jalan, ternyata ada orang yang melihat saya mengatakan, saya ada di tengah makam. Mereka mengira saya penjahat, karena malam kan enggak bisa melihat saya dengan jelas. Apalagi saya pakai mantel dan helm,” paparnya.

Paginya, Soewignyo baru menyadari berada di tengah makam, setelah ditegur penduduk yang melintas dijalan. Anehnya, ia ternyata hanya berputar-putar di areal pemakaman saja selama semalem perjalanan pulang.

Adakah sosok aneh yang menampakkan dirinya di Hutan Bonggan ? sesosok misteri ini yang akan menyelatakan kalian jika tersesat, ataukah malah menjerumuskan kedalam Hutan Bonggan. Ikuti terus kisahnya di bagian berikutnya. (CPA)

Berempat.com