Ismail Basbeth dan Cast 'ARINI' © KapanLagi.com/Bayu Herdianto
Berempat.com

Selalu ada proses menarik di balik layar sebuah karya film. Dalam pembuatan drama romansa ARINI yang dibintangi Aura Kasih dan Morgan Oey, sang sutradara yakni Ismail Basbeth sampai memindah lokasi lantaran tempat yang akan dipakai didemo warga setempat.

Dari yang awalnya memakai setting salah satu kota di selatan Jerman bernama Stuttgart, Ismail dan tim memindahkan ke Nuremberg. Pemindahan dikarenakan warga Stuttgart menolak kotanya dipakai syuting setelah salah satu film Hollywood melakukan pengambilan gambar di sana.

Cornelio Sunny selaku produser kreatif 'ARINI'. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto
Cornelio Sunny selaku produser kreatif ‘ARINI’. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

“Saat Cornelio Sunny (produser kreatif) cari lokasi di Jerman, dia dapat info di Sttutgart baru saja syuting film Hollywood dan mendapat demo dari warga sana yang tidak mau ada syuting lagi di kota itu. Akhirnya kita tim produksi mikir mana kota yang deket sana tapi rasanya mirip Sttutgart. Kemudian nemu Nuremberg,” kata Ismail ditemui di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (31/3/2018).

Uniknya kru lokal Jerman sempat menceletuk kalau Ismail bisa saja membohongi publik dengan memakai setting Nuremberg seolah-olah Stuttgart. Karena dari desain kotanya nyaris tidak akan bisa dibedakan apabila tepat dalam mengambil angle-angle kamera.

Ismail Basbeth tak ingin dianggap syuting colongan. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto
Ismail Basbeth tak ingin dianggap syuting colongan. © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

“Salah satu orang produksi asal Jerman bilang sebenarnya kalau mau bohong ini (Nuremberg) menjadi Sttugart, orang sini pun nggak masalah karena cara ngambil gambarmu yang realis bikin nggak kelihatan. Orang akan percaya ini Sttugart. Karena kota-kota di sana desainnya terukur, jenis stasiun kereta ya gitu semua, bikin fleksibel,” imbuhnya.

Namun sutradara asal Yogyakarta ini tetap mengubah setting sesuai kota agar filmnya tidak dikira syuting colongan. “Kita nggak mau dianggap syuting colong-colongan. Semuanya legal. Makanya kenapa kita bisa syuting di kereta dengan begitu santai karena memang legal, biar nggak digangguin. Karena kita nggak pengin diganggu hal yang sifatnya teknis. Kita nggak mau syuting akal-akalan,” tandas sutradara yang identik dengan topinya tersebut.

Sumber: Kapanlagi.com
Berempat.com