Foto Cendana News
Berempat.com

Nonton bareng alias nobar film sejarah penumpasan para jendral G30S/PKI digelar Partai Berkarya di Pusat Perfilman Usmar Ismail di Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (30/9) malam.

Partai Berkarya mengambil sikap berani untuk mengajak masyarakat menonton bersama film berdurasi 4,5 jam itu walaupun tak ada imbauan dari pemerintah. Seperti diketahui, sejumlah pihak yang mengkritik film tersebut lantaran dinilai politis, Titiek tak memedulikannya.

Dalam sambutannya, Titiek mengatakan bahwa tujuan menggelar nobar tersebut agar masyarakat tidak melupakan tragedi G30S/PKI tahun 1965 tentang pengkhianatan dan kekejaman yang dilakukan PKI terhadap jenderal-jenderal.

“Ini adalah upaya kita meluruskan sejarah karena saya dengar ada upaya membengkokkan sejarah bahwa dalam peristiwa itu yang menjadi korban adalah PKI (Partai Komunis Indonesia), padahal yang menjadi korban adalah jenderal-jenderal terbaik bangsa,” tegas Dewan Pembina Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto

Penonton meluber hingga panggung depan layar lebar serta terpaksa duduk di tangga-tangga serta sela-sela barisan tempat duduk yang ada di ruangan teater.

Bahkan teriakan dukungan kepada capres nomor urut 2, itu menggema yang diiringi teriakan takbir. “Prabowo presidenku,” teriak sejumlah masyarakat yang terlihat mengenakan kaos putih bertuliskan Prabowo-Sandi.

Mendengar teriakan itu, Titiek memberikan sedikit pesan kepada penonton yang hadir untuk mendukung Prabowo menjadi Presiden Indonesia 2019-2024 walaupun secara tersirat.

“Di Pilpres 2019 kita harus memilih presiden yang tepat, jangan sampai salah pilih lagi, cukup sudah empat tahun kita mengalami harga barang-barang naik, anda sudah tahu siapa yang harus dipilih,” ucap Titiek diikuti tepuk tangan para penonton.

Berempat.com