Berempat.com

Akhir pekan kemarin terciduknya artis FTV VA alias Vanessa Angel dan model majalah pria dewasa AS alias Avriellya Shaqqila terkait oleh Polda Jatim di sebuah hotel di Surabaya, Sabtu (5/1) menjadi viral.

Meski ditangkap di satu hotel, kedua artis tersebut ditangkap saat berada di dalam kamar yang berbeda. Keduanya terciduk dalam kasus prostitusi online yang telah lama menjadi target pihak kepolisian.

Vanessa Angel dan Avriellya Shaqila diamankan saat melayani pria pada Sabtu (5/1) pukul 12.30 WIB.

Saat ditangkap, Avriellya Shaqila mengenakan baju berwarna biru muda bermotif bunga sedangkan Vanessa Angel menggunakan pakaian berwarna ungu.

Vannesa Angel diketahui memasang tarif Rp 80 juta, sedangkan Avriellya Shaqila mematok harga Rp 25 juta.

Kasubdit Syber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harisandi mengatakan, pria yang memesan VA adalah seorang pengusaha. Namun, dia enggan menyebutkan secara rinci soal pria yang dimaksud.

“Dia pengusaha (yang memboking),” tutur Harisandi di Mapolda Jatim.

VA digelandang ke Mapolda Jatim memakai baju bewarna ungu dengan rambut yang diwarna sedikit pirang dan wajahnya ditutup dengan bantal kecil.

Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengungkapkan, dua artis VA dan AF diciduk di dua kamar Hotel di Surabaya. Mereka terlihat sedang melayani pelanggannya.

“Berbeda kamarnya, di salah satu hotel di Surabaya, sedang berhubungan badan. Ini masih proses penyidikan,” tutur Arman.

“Ini sudah kami penyelidikan satu bulan, artis bolak-balik Jakarta-Surabaya,” kata Arman.

Arman juga menyebut bahwa yang digelandang ke Polda Jatim ada 6 orang. “Kami on the spot (TKP) mengamankan empat orang saksi, dua artis, dua manajemen, satu tersangka yang diduga melaksanakan transaksi elektronik prostitisi,” ucap Arman.

Arman menegaskan, kasus ini bisa dibongkar bermula dari informasi masyarakat bahwa ada kegiatan transaksi prostitusi di wilayah hukum Polda Jatim.

Transaksi prostitusi itu dilakukan oleh dua orang, sementara sebagai korban dan ada empat saksi sementara satu mucikari.

“Setelah itu, melakukan penyelidikan melalui media sosial,” ujar Arman.

Berempat.com