Berempat.com

Masih segar dalam ingatan, Presiden Joko Widodo meresmikan tol Pejagan Pemalang dan Pemalang Batang pada 9 November lalu. Belum genap sebulan diresmikan, ksdua tol Trans Jawa tersebut akan dijual tahun 2019.

Bukan hanya kedua tol itu, pemerintah melalui PT Waskita Karya (Persero) Tbk bakal menjual 18 ruas tol miliknya mulai tahun depan secara bertahap.

“(Total yang mau dijual) 18 ruas. Kita mau divestasi semua, cuma bertahap mana. Mungkin kombinasi, tapi itu kan teknis,” kata Dirut Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/12).

“Trans Jawa, ruasnya Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang. Jadi semua akan kita tawarkan,” paparnya.

Pihaknya bakal menawarkan kepada badan usaha jalan tol (BUJT), bukan hanya Jasa Marga selaku BUJT milik negara. Pihaknya bakal melepas ke badan usaha yang tawarannya dianggap menguntungkan.

“Kalau Jasa Marga harganya bagus, legalnya masuk, ya sudah nggak apa. Kalau kita sih nggak cenderung ke siapa siapa. Pokoknya siapa yang masuk harganya, karena sebelum penjualan itu kita minta izin ke kementerian, nanya legal juga opini dari stakeholder lain, BPKP, BPK,” ujarnya.

Dia mengatakan alasan pihaknya menjual tol karena memang Waskita Karya bukan operator tol.

“Waskita Karya itu membangun jalan tol itu bukan menjadi operator, tidak menjadi operator. Tetapi sebagai developer. Sama seperti Waskita Karya bikin apartemen, itu bukan untuk ditinggali. Untuk dijual me-leverage perusahaan. Tol juga begitu,” tambahnya.

Berempat.com