Berempat.com

Jaksa Agung M Prasetyo mendukung penuh keinginan Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) untuk memberikan hukuman lebih berat daripada bandar bahkan kalau perlu ‘dicincang’ kepada oknum lapas yang terlibat jaringan narkotika.

“Ya itu setiap perkara ada klemensi ya, hal yang memberatkan dan meringankan. Kalau petugas ikut melanggar, tentunya layak dihukum lebih berat dari yang lain,” ujar Prasetyo di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/10/2017).

“Begitupun bandar dan pengedar ataupun juga para cukong-cukong, gembong narkoba. Itu sudah selayaknya dihukum lebih berat dari yang lain, dari sekadar menjadi pengguna,” imbuh dia.

Banyaknya narapidana yang terlibat jatingan narkotika di lapas tak lepas dari keterlibatan para oknum penjaga lapas. Buwas pun berharap para oknum penjaga lapas yang terlibat jaringan narkotika dihukun lebih berat dari para bandar.

“Oknum-oknum adalah penghianat kepada institusi, harusnya hukuman harus lebih berat dari pada bandar,” kata Buwas di kantonya, Selasa (10/10).

Menurutnya, hukuman berat harus diberikan agar menimbulkan efek jera. Sehingga tak ada lagi oknum lapas yang berani terlibat jaringan narkoba.

“Hukuman berat kalau umpama oknum itu dicincang di depan umum pasti akan semua takut, nggak apa-apa untuk kebaikan. Yang jelas kalau kita bicara keadilan, pelanggaran HAM itu adanya di akhirat. Makanya harusnya hukuman berat kepada okmun kalau perlu seumur hidup kakinya digantung di atas kepala di bawah, makannya dari bawah dan dipamerkan ke seluruh penjuru ini biar orang akan kapok dan nggak akan coba-coba,” jelas Buwas.

Berempat.com