Kondisi Gunung Agung pada 2 Oktober (Foto: dok. AFP)
Berempat.com

Meski status gunung Agung masih belum aman, namun sedikitnya ada 2.000 pengungsi Gunung Agung yang kembali kerumanya yang berada di sekitaran kawasan rawan bencana. hal itu diungkap Badan Nasionak Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Tanggal 16 Oktober 2017 status siaga darurat Gunung Agung akan berakhir. Setelah kita lakukan koordinasi, ternyata status Gunung Agung masih awas dengan aktivitas vulkanik yang masih tinggi,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Tri Budiarto di Pos Pengamatan Gunung Agung Karangasem, Bali, Sabtu (14/10/2017).

“Menurut saya, nanti kemungkinan status siaga darurat Gunung Agung harus diperpanjang,” imbuh Tri.

Tri meminta Satgas Siapa Erupsi Gunung Agung di tempatkan di Pos Komando Tanah. Ampo mempertimbangkan situasi terkini. Dengan begitu, ada evaluasi sebelum status tanggap darurat diperpanjang oleh Pemprov Bali.

“Satu-satunya pihak yang berkompeten untuk status Gunung Agung tentu saja PVMBG. Pos komando harus bijak mempertimbangkan hal ini,” ujar Tri.

Tri mengatakan, menurutnya, sekitar 2.000 pengungsi yang memilih pulang diduga dipicu oleh kejenuhan sehingga ingin mengurus ternak.

“Ada sekitar 2.000 warga yang berada di wilayah kawasan rawan bencana kembali ke kampung halaman. Intinya, dalam hal ini, masyarakat harus mengikuti instruksi pemerintah demi keselamatan,” ucap Tri.

Tri mengungkaokan, BNPB akan tetap mengoperasikan drone demi membantu PVMBG dalam merekam data visual kawah Gunung Agung, walau salah satu drone, yakni KOAX 3.0, rusak akibat mengalami kecelakaan pada Selasa (11/10) lalu.

“Drone akan terus dicoba. Kalau rusak, kita coba lagi sampai bisa. Jadi kita sewa drone itu Rp 50 juta per unit, itu sampai dapat foto kawahnya. Kalau drone rusak, ya diperbaiki, kalau gagal, ya dicoba lagi,” ungkap Tri.

Berempat.com