Berempat.com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akhirnya menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2018, sebesar Rp3.648.035 per bulan. Hal itu disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Upah sebesar Rp3.648.035 per bulan sesuai rekomendasi Dewan Pengupahan berdasarkan usulan pengusaha dan pemerintah.

“Berdasarkan inflasi sebesar 2,3 persen, pertumbuhan domestik bruto 4,99 persen dari situ dihitung besaran kenaikan UMP adalah sebesar 8,71 persen, dengan begitu UMP Jakarta 2018 sebesar Rp3.648.035,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Menurutnya, angka tersebut diambil setelah perundingan panjang antara Pemprov DKI dengan para pemangku kepentingan, seperti dari serikat pekerja dan pengusaha. “Mudah-mudahan dari sisi buruh akan menikmati kenaikan, dari pengusaha yang tidak terlalu menerima beban,” ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Sebelumnya, Dewan Pengupahan DKI Jakarta, mengusulkan dua angka sebagai referensi penetapan UMP DKI Jakarta 2018 kepada Anies-Sandi, yakni Rp3.648.035 dan Rp3.917.398.

Angka Rp3.648.035 diusulkan unsur pengusaha dan pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Sementara, angka UMP yang diusulkan unsur serikat pekerja yakni Rp3.917.398. Angka itu berpedoman pada angka KHL yang mereka survei sendiri, yakni Rp3.603.531.

Berempat.com