Berempat.com

Berkabar.id -Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dilaporkan para ulama di Madura ke Polda Jawa Timur terkait isi pidatonya di HUT ke 44 PDIP.

Para ulama dari Madura dengan nomor TBL/1447/XI/2017/UM/JATIM melaporkan Megawati pada Rabu, 8/11/2017. Mereka menyatakan telah mendapat laporan dari umat Islam dan santrinya sehingga memutuskan untuk mempolisikan Megawati.

Sebelumnya dengan kasus yang serupa, Megawati juga dilaporkan sebuah LSM ke Bareskrim Polri pada 23 Januari lalu. Laporan itu terkait pidato Megawati yang menyebut orang-orang penganut ideologi tertutup merupakan peramal masa depan pada HUT ke-44 PDIP.

Hal itu pun mendapat tanggapan dari Ketua DPP Bidang Hukum PDIP, Junimart Girsang, yang mengatakan bahwa setiap orang punya hak untuk mempertahankan argumentasinya.

“Hak untuk setiap orang untuk mempertahankan argumentasinya. Jangan setiap orang bisa mengatas namakan orang lain apalagi macam-macam mengatasnamakan umat, tidak boleh,” ucap Junimart Girsang, Rabu (8/11/2017).

Ia juga melanjutkan komentarnya

“Ini negara hukum, letakkan tatanan hukum pada porsi sebelumnya, lakukan pelaporan secara cerdas santun dan ada bobot nilai hukum,” lanjut Junimart.

Selain itu menurutnya, laporan tersebut tidak memiliki nilai hukum, dan ia juga mengatakan PDIP tidak akan melaporkan balik para ulama itu.

“Nggak lah (melaporkan balik), menurut saya laporan tidak punya nilai hukum. Tapi silakan saja. hak setiap orang untuk melaporkan. Kami sebagai partai yang menjunjung tinggi hukum tentu menunggu saja,” tuturnya.

Menurut Junimart, perkataan Megawati tidak merugikan sehingga tidak ada nilai hukumnya.

“Nilai hukum sudah jelas ada pelanggaran, ada yang dirugikan. Kalau seseorang mengatakan A untuk semua orang, tapi kalau dari 1.000 mengatakan tidak A, itu tidak pelanggaran,” terang Junimart.

“Nilai hukum punya unsur. Unsur kerugian, pelanggaran, ini nggak ada kerugian kok. Apalagi itu disampaikan dalam forum yang sifatnya mencerdaskan para kader, itu kan untuk para kader,” imbuh Junimart.

Ia juga menerangkan bahwa pidato Megawati tersebut disampaikan dalam forum internal dan tidak ada sangkut-pauntnya dengan pihak luar.

“Jangan campuri rumah tangga orang lain, jangan dengerin apa yang menjadi pembahasan rumah tangga orang lain. Itu kan supaya kader cerdas, punya wawasan yang sifatnya nasional, supaya tidak memecah belah,” ucap Junimart.

 

 

Berempat.com