Berempat.com

Berkabar.ID– Pihak kepolisian Polri tengah berupaya membebaskan warga Desa Kimbely dan Desa Banti, Mimika, Papua, yang saat ini tengah disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Untuk bisa membebaskan warga hal yang pertama dilakukan adalah memetakan kekuatan KKB kedua akan dilakukan negosiasi.

“Pertama, kita sedang memetakan kekuatan mereka. Kedua, kita mengupayakan adanya negosiasi. Karena dengan negosiasi diharapkan tidak timbul korban. Nanti kalau korbannya masyarakat kan kasihan,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).

Setyo juga mengatakan upaya negosiasi akan dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi.

“Negosiasi tidak melihat waktu. Bisa besok, bisa lusa, minggu depan. Tergantung eskalasi seperti apa,” terang dia. Prinsip negosiasi adalah mendapatkan suatu hal yang saling menguntungkan. Tapi kita tidak akan memberikan hal yang di luar kemampuan kita,” papar dia.

Setyo mengungkapkan KKB ini akan ditindak secara tegas. Sebab, mereka sudah melanggar hukum dengan menyandera dan merampas harta benda warga yang disandra tersebut.

“Pasti kita akan menindak karena mereka sudah melakukan pelanggaran hukum, melakukan penyekapan, penyanderaan,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, KKB sudah pernah menyandra warga Desa Kimbely dan Desa Banti sejak 4 hari lalu. Menurut Kapolda Papua Irjen Boy Rafli, Polri bersama TNI telah membentuk tim terpadu untuk menangani aksi kelompok bersenjata yang sebelumnya juga telah melakukan teror di sekitar kawasan di Papua.

“Mereka memang tujuannya ingin merampas harta benda, menyerang petugas, pernah juga menyerang karyawan Freeport. Kita masih dalami, mereka ini kelompok kriminal melakukan aksi teror,” ujar Boy beberapa waktu lalu.

Berempat.com