Berempat.com

Beberapa kejadian aneh sering kali menimpa driver transportasi online. Jam kerja yang fleksibel membuat driver transportasi online bebas ingin bekerja kapan saja. Meski tengah malam atau subuh, masih ada driver yang siap melayani pelanggan.

Hal tersebut juga dilakukan oleh seorang pria bernama Oky Himawan Arafianto. Kisah ini bermula saat Oky mendapat order sekitar pukul 12.30 dini hari.
Menurut Oky, pesanan tersebut atas nama seseorang bernama Monic. Oky pun mencoba menghubungi nomor sang customer. Ternyata tidak disangka, panggilannya pun tersambung.

Pelanggan tersebut minta dijemput di area SMA 8 Semarang. Akhirnya, Oky pun menuju titik penjemputan sang customer. Dan Oky pun berhasil menemukan wanita bernama Monic tersebut.

Menurut Oky, Monic berdandan seperti karyawan bank. Rambut Monic tampak disanggul dan mengenakan baju blazer warna abu-abu gelap. Oky mengatakan bahwa wajah Monic tampak pucat. Meskipun begitu, Oky mencoba untuk berpikiran positif. Oky mengira bahwa makeup Monic luntur setelah lembur bekerja.

Sebelum Naik, perempuan itu memberikan uang Delapan Ribu kepada Oky. Dalam perjalanan Oky tidak banyak berbicara, hal ini menurut dia takut dibilang tidak sopan. Namun dalam perjalanan itu Oky merasa aneh karena menurut dia mmotor yang dia kendarai berasa berat.

Saat tiba di Jembatan Beringin Lestari, Oky menanyakan dimana tepatnya blok rumah Monic. Awalnya, Monic hanya diam saja. Bukannya menjawab, penumpang wanita ini malah ketawa cekikikan. Tak hanya itu, wanita tersebut tiba-tiba menghilang.

Oky mencoba istighfar usai mengalami kejadian tersebut dan terus melanjutkan perjalanan. Saat sampai di daerah Ngaliyan, Semarang, Oky coba mengecek uang dari Monic yang ternyata masih utuh.

Setibanya di kos, Oky menghubungi call center untuk mengkonfirmasi tentang pesanan tersebut. Ternyata memang ada pesanan masuk, tapi bukan nama Monic, melainkan Adi. Oky kemudian mengecek nomor di daftar riwayat telepon.

Melihat masih ada nomer Monic, ia pun coba menghubungi lagi. Dan ternyata, nomer tersebut tidak terdaftar. Padahal, saat awal Oky menelepon untuk menanyakan titik jemput, panggilannya bisa tersambung.

Belakangan, Oky juga menyadari perjalanan yang ia lewati sangat lama. Dia baru tiba di kos pukul 4 pagi saat adzan subuh. Padahal biasanya jarak dari SMA 8 ke Jembatan Beringin Lestari hanya 10 menit. Ia juga biasanya hanya memerlukan waktu 20 menit untuk tiba di kos. (CPA)

Berempat.com