Berempat.com

Berkabar.id – SL, gadis berusia 17 tahun ini diduga mengalami gangguan Hyper Sex (ketagihan berhubungan badan). Hal ini terungkap saat dirinya diketahui tengah hamil 6 bulan. Saat ditanya keluarganya, SL mengaku telah berhubungan badan dengan tiga pria sekaligus.

Hubungan layaknya suami istri ini terjadi sejak April 2017 lalu. Saat SL berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Surabaya. Ke tiga pria tersebut diantaranya AR (18), MA (21) dan AM (29) yang merupakan buruh bangunan sedang merenovasi rumah yang berada di belakang rumah majikan SL.

“Salah satu pelaku berkenalan dan tukar nomer handphone saat korban menjemur pakaian di lantai dua,” kata Kapolsek Wiyung Surabaya, Kompol M Rasyad AM, seperti dilansir Berkabar.id, Jumat (17/11/2017).

M Rasyad menjelaskan, salah satu pelaku AR kemudian mengajak ketemuan korban pada April 2017. Keduanya akhirnya bertemu di lantai 2 rumah majikan korban dengan cara memanjat tembok bagian belakang.

Saat bertemu di lantai dua tempat biasa menjemur pakaian, pelaku merayu korban untuk berhubungan badan layaknya pasangan suami istri. Korban pun luluh dan mau melayani keinginan pelaku AR.

Usai meniduri, AR mengabarkan kepada rekannya MA jika SL sangat gampang untuk dinikmati tubuhnya. Selang beberapa hari kemudian, pelaku MA juga merayu korban. Tak begitu sulit, MA mengajak ketemuan di tempat sama lalu berlanjut berhubungan intim.

Setelah AR dan MA sudah menyetubuhi korban, AM yang mengetahui cerita tersebut juga turut tergiur. Tak berlangsung lama, AM dengan mudah turut mendapat jatah plus-plus dari korban.

“Ketiga pelaku menyetubuhi di rumah majikan korban,” jelas Rasyad.

Seakan puas bisa menggauli korban secara sendiri-sendiri, ketiga pemuda itu “bersepakat” bertemu dan mengajak SL berhubungan seks secara bersamaan. Ketiga pemuda itu bergantian menyetubuhi korban pada suatu malam pada Juni 2017.

“Akibat persetubuhan dilakukan secara berulang-ulang, kondisi korban sekarang hamil enam bulan,” tutur Rasyad.

Karena hamil, keluarga korban tidak terima dan melaporkan ke Polsek Wiyung. Atas laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Wiyung pun memburu dan melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku.

“Kami sempat kesulitan menemukan pelaku, karena kerjanya sudah pindah. Tapi akhirnya bisa bisa ditemukan di proyek renovasi rumah di Kenjeran,” terang Rasyad.

MA mengaku, dirinya dan teman-temannya kerap digoda korban. Setiap jemur pakaian di lantai dua, korban sering mengganggu dan menggodanya.

“Dia (SL) setiap bertemu memancing-mancing, sehingga saya dan teman tergoda. Saya berhubungan badan sampai lima kali, kemudian yang lainnya ada yang empat dan tiga kali,” tutur MA sambil menundukan kepalanya.

Berempat.com