Berempat.com

Berkabar.id – Atasya, siswi salah satu SMK di Makassar, menjadi korban penikaman dua debt collector, Rabu (22/11/2017). Atasya ditikam lantaran melawan saat akan diperkosa oleh dua debt collector.

Kejadian itu berlangsung di rumah Atasya sendiri, Jl Sungai Poso, Lr.60, No.1 B, Kecamatan Makassar. Kronologinya, dua pelaku datang untuk menagih cicilan sepeda motor paman Atasya, atas nama Agam. Dua pelaku itu ditemui Atasya dan ayahnya, Herman Parerung. Dua debt collector itu kemudian pergi setelah tak menemui Agam.

“Karena waktu itu Agam pergi kerja,” jelas ibu korban, Chandra Ayu, Kamis (23/11/2017).

Saat Atasya sendiri di rumah, dua debt collector itu datang lagi. Saat itu, Atasya baru selesai mandi. Pelaku langsung mengikuti Atasya ke lantai 2. Disitulah pelaku memaksa agar dilayani birahinya oleh korban, tapi ditolak.

Kedua pelaku naik pitam dan menikam korban di leher sebanyak tujuh kali dan mulut sekali. “Pas sudah menusuk, kedua pelaku lompat dan meninggalkan rumah,” tambah Ayu.

Sementara itu, Agam menyebut setelah pelaku kabur, ada barang pelaku berupa sepatu dan baju kemeja warna abu-abu yang tertinggal. Kedua pelaku kabur dengan menggunakan motor.

“Waktu pelaku mau perkosa, sudah ada pisau yang diambil dari dapur. Saat adik saya minta tolong, mereka kabur meninggalkan baju dengan sepatunya di rumah. Dari informasi tetangga yang lihat para pelaku pergi dengan menggunakan motor,” ungkapnya.

Kapolsek Makassar, Kompol Usman membenarkan kasus tersebut. Hingga saat ini korban yang dirawat di RS Pelamonia dan masih sulit bicara. “Korban masih sulit berbicara karena luka tikam di bagian leher dan lidah,” ungkap Usman.

Usman menyebut saat ini pihaknya sudah mengantongi identitasnya pelaku. “Semoga segera bisa diamankan,” pungkasnya.

Berempat.com