Berempat.com

Usai hujan 5 jam di Surabaya menyisakan genangan air yang cukup tinggi. Genangan air tersebut rupanya membawa korban. Seorang mahasiswi tewas tersengat arus listrik di kamar kos-kosannya saat mencabut charger laptop, Jumat (24/11/2017).

Seorang mahasiswi Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) bernama Zakiyatus Shawa (20) yang masih duduk di semester 1 Fakultas Syariah, itu berada di Jalan Wonocolo Surabaya, Gang III RT 3/RW 4.

Camat Wonocolo, Denny Christupel menjelaskan kronologi meninggalnya Zakiyatus Shawa. Sekitar pukul 13.00 WIB, Denny mendapatkan panggilan telepon dari warga. Ada kabar seorang mahasiswi tersengat listrik dan meminta bantuan mobil untuk mengantar ke rumah sakit.

“Saya lalu menelepon Kasi Tramtib untuk segera menyiapkan mobil agar digunakan mengantar korban ke RSI,” kata Camat Wonocolo Sabtu, 25 November 2017.
Denny mengatakan, ketika mobil tersebut datang, ternyata korban bersama warga sudah berada di RSI. Warga menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantar mahasiswi nahas itu.

“Hingga akhirnya pihak rumah sakit menyatakan korban sudah meninggal,” kata Denny.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 3 RW 4 Kelurahan Jemur, Wonosari Heriyanto Idrus. Menurut Heriyanto, saat ditemukan, korban masih dalam keadaan memegang charger laptopnya. Dirinya saat itu langsung datang ke lokasi saat tahu kabar ini dari warganya.

Bahkan untuk menolong korban, kata Heriyanto, diperlukan handuk kering untuk melepas charger tersebut. Rekan sesama indekosnya yang hendak meyelamatkan, juga sempat tersengat listrik. Tubuh mahasiswi yang belum setahun belajar di perguruan tinggi itu sempat dievakuasi di mushala dekat rumah kosannya dan diberi pertolongan pertama, namun dia belum juga sadar.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarganya di Desa Silir, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. (CPA)

Berempat.com