Berkabar.id – Penyalahgunaan narkotika sudah bukan fenomena baru lagi. Dari kalangan orang tua, remaja hingga anak sekolah. Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pengguna narkoba di Indonesia hingga November 2015 mencapai 5,9 juta orang.

Kebanyakan kontak pertama dengan narkoba dimulai dengan penggunaan obat eksperimental dalam situasi sosial. Beberapa faktor berperan dalam penyalahgunaan narkoba, termasuk masalah keluarga dan pengaruh teman sebaya, kesehatan mental secara keseluruhan, dan riwayat candu di keluarga.

Baru-baru ini terjadi penangkapan atas seorang pilot pesawat Lion Air ditangkap anggota Satnarkoba Polres Kupang Kota, Senin (4/12). Dia diduga mengonsumi narkoba.

Pilot pesawat Lion Air JT 924 bernama Maesa S itu ditangkap di kamar T-more Hotel Jalan Piet A Tallo, Kupang, Nusa Tenggara Timur, sekitar pukul 21.20 WITA. Peristiwa ini sempat menyita perhatian pengunjung hotel saat Mahesa digelandang dari kamar hotel tersebut.

Saat ditangkap polisi mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 0,3 gram, bong dan mancis. Selain itu, polisi juga mengamankan satu botol minuman beralkohol jenis wiski.

Tidak hanya itu, penggerebekan itu juga didapati tiga pramugari cantik bersama sang kapten pilot. Kapten Pilot Maesa S dan kru yang semula direncananya akan menerbangkan pesawat Lion Air pada hari Selasa tanggal 05 Desember 2017 dengan tujuan Surabaya harus digantikan, karena keempat orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Kupang.

Penggerebekan yang dipimpin oleh Wakapolresta Kota Kupang, Kompol Ampi Mesias Von Bolow SIK MH, berhasil mengamankan kapten pilot bernama Maesa S, yang diketahui merupakan pilot maskapai Lion Air dengan Nomor ID: 140031.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules A Abast mengatakan polisi telah memeriksa urine MS. Hasilnya, urine Maesa S positif mengandung narkotika. Seusai ditangkap, Maesa S langsung dibawa ke Mapolres Kupang Kota untuk diperiksa dan selanjutnya ditahan.

Sementara itu, Kadir Sales and Services Department Head PT Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang mengatakan Ketika ditangkap, Maesa S sedang menginap di hotel.
Terkait penangkapan Maesa S, tidak ada gangguan dengan aktivitas penerbangan pesawat Lion Air di Bandara El Tari Kupang. Jadwal penerbangan perjalanan sesuai dengan yang sudah dijadwalkan.

“Sesuai aturan pilot yang menginap, kalau terbang keesokan harinya harus check-up narkoba dan alkohol oleh karantina kesehatan pelabuhan,” ucap Kadir.

Corporate Communication Lion Air Group Ramaditya Handoko dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (5/12) memutuskan akan memecat pilot senior Maesa S bila terbukti memakai narkoba. “Jika yang bersangkutan terbukti sebagai pengguna, akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perusahaan, termasuk pemberhentian sebagai pegawai,” katanya.

Editor: R. Shandy