Foto: BPBD Situbondo

Berkabar.ID – Ribuan warga di Desa Sopet, Kecamatan Arjasa, serta beberapa desa di Kecamatan Sumbermalang, Situbondo kembali mengalami krisis air bersih. Sebelumnya, beberapa desa di beberapa kecamatan Situbondo ini kesulitan air bersih akibat banjir yang melanda wilayah tersebut, dan kali ini disebabkan oleh rusaknya saluran pipa sehingga mengganggu pendistribusian air ke wilayah tersebut.

“Kalau untuk yang di Desa Sopet itu ada dua 2 dusun, yakni Dusun Toltol dan Dusun Galingan. Warga di dua dusun itu sekitar 800 KK. Warga kesulitan air bersih karena saluran pipa yang di atas rusak kena longsor,” kata Puriyono, Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Kamis (11/1).

Sebagai langkah penanggulangan krisis air bersih, BPBD Situbondo pun mulai melakukan pengiriman air bersih. Di antaranya yang sudah dilakukan adalah ke Dusun Toltol. Pengiriman dilakukan menggunakan truk tangki BPBD Situbondo. Sementara pengiriman air bersih ke Dusun Galingan direncanakan Jumat (12/1) besok.

“Selanjutnya kami menunggu informasi dan instruksi lebih lanjut. Karena kami sudah menyampaikan adanya kerusakan saluran pipa ke pihak terkait, sehingga segera dilakukan perbaikan,” papar Puriyono.

Namun sayangnya,  pendistribusian air bersih tidak dapat dilakukan ke Desa Kalirejo dan Desa Sumberargo. Banjir mengakibatkan medan jalan menjadi sulit dan berat sehingga tidak mungkin untuk dilalui truk tangki. Namun pihak BPBD masih berkoordinasi dengan aparat setempat, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di daerah terdampak bencana banjir bandang.

“Truk tangki tidak bisa, medan jalannya tidak memungkinkan. Kami menawarkan pinjaman pick up untuk mengangkut tandon air bersih ke dekat-dekat pemukiman warga,” tegas Gatot Trikorawan, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Situbondo.

Situbondo merupakan daerah yang sangat rawan krisis air bersih. Ini bukan kali pertama daerah Situbondo mengalami krisis air bersih. Pada tahun sebelumnya daerah ini juga mengalami krisis air bersih.

8 Kecamatan di Situbondo Krisis Air Bersih Juli 2015

ilustrasi kekeringan (Istimewa)

Sebanyak delapan kecamatan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang pada 2015 lalu. Delapan Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Banyuputih, Asembagus, Jangkar, Arjasa, Kendit, Mlandingan, Jatibanteng, dan Kecamatan Banyuglugur.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo Zainul Arifin, saat itu ada delapan kecamatan terparah krisis air bersih, yakni di Kecamatan Arjasa, Banyuglugur dan Kecamatan Jangkar.

Di daerah itu masyarakat harus menempuh jarak sejauh tiga kilometer ke mata sumber air untuk mengambil air bersih. Kata Zainul, untuk mengatasi krisis air bersih, pihaknya telah menyuplai air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

10 Desa di Situbondo Dilanda Kekeringan pada Oktober 2016

sumber: istimewa

Memasuki musim penghujan, sejumlah desa di Situbondo masih dilanda kekeringan. Ada ribuan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab sumber mata air yang selama ini jadi andalan warga tak bisa difungsikan karena kering. Pihak BPBD dan Dinas Sosial Situbondo pun rutin mendistribusikan air bersih untuk membantu warga.

Terdapat 15 dusun dalam 10 desa yang mengalami kekeringan hingga terus mendapatkan pasokan air bersih. Sebanyak 10 desa itu tersebar di 8 Kecamatan di Situbondo, yakni di Kecamatan Banyuputih, Jangkar, Arjasa, Sumbermalang, Mlandingan, Suboh, Banyuglugur, dan Kecamatan Jatibanteng.

11 Desa di Situbondo Krisis Air Bersih Pada 2017

warga antri air di salah satu mata air (Istimewa)

Sejumlah daerah di Situbondo mulai mengalami krisis air bersih, karena sumber mata air di sejumlah tempat sudah mulai mengering akibat kemarau. Saat itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial Pemkab Situbondo mendistibusikan air bersih ke 11 Desa.