Pertamakalinya Indonesia mengekspor beras ke Papua Nugini. (IST)

Berkabar.ID – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya mengumumkan rencana impor beras pada akhir bulan ini. Produk beras yang akan diimpor pemerintah adalah beras dengan jenis khusus setara premium yang tidak diproduksi di dalam negeri.

“Saya sampaikan tidak mau mengambil risiko kekurangan pasokan. Saya mengimpor beras khusus, beras yang tidak ditanam dalam negeri. Kami memasok beras impor maka kekhawatiran kita kekurangan pangan, masalah perut masalah pangan itu menjadi prioritas,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dalam paparan di kantornya, Kamis (11/1) malam.

Enggar menambahkan, meski yang diimpor adalah beras premium, namun beras tersebut akan dijual dengan acuan harga beras medium. “Jadi kategori beras khusus kita jual dengan harga medium,” tegasnya.

Sebelumnya, Kemendag telah menggelar operasi pasar besar-besaran guna menekan harga beras yang semakin melonjak. Dari operasi pasar tersebut ditemukan 2.500 titik yang terjadi lonjakan harga beras dan sudah dikucuri beras operasi pasar Bulog. Namun sayangnya operasi tersebut tidak berhasil menekan harga beras untuk turun.

Alasan Impor Beras Khusus

stok beras bulog
ilustrasi (istimewa)

Pemerintah tak ingin mengambil risiko yang menyebabkan adanya kelangkaan pasokan yang bakal mengganggu ketersediaan beras juga menyebabkan kenaikan harga yang akan merugikan masyarakat.

Lonjakan harga beras terjadi, seperti di Pasar Induk Beras Cipinang. Harga beras di pasar tersebut tembus Rp 12.000/kg untuk jenis medium. Harga ini berada jauh di atas dari harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 9.450/kg. Sementara beras premium naik menjadi Rp 13.000/kg, harga ini di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 12.800/kg.

Pemerintah juga tak ingin berkutat pada pertentangan data apakah pasokan beras cukup atau tidak. Karena kalau pemerintah sampai terlambat mengambil langkah antisipasi, pasokan beras bisa benar-benar kosong dan masyarakat akan jadi korban.

Padahal beberapa waktu lalu Kementerian Pertanian memastikan bahwa stok beras akan cukup sehingga Indonesia tak perlu mengimpor beras. Namun nyatanya pasokan beras dianggap tidak mampu mencukupi kebutuhan pangan nasional sampai panen raya yang diperkirakan baru terjadi pada Februari-Maret mendatang.

Pemerintah Impor 500 Ribu Ton Beras dari Thailand dan Vietnam

ilustrasi impor (Istimewa)

Beras yang akan diimpor Pemerintah adalah beras khusus sebanyak 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam. Namun beras tersebut akan digunakan sebagai cadangan jika terjadi kelangkaan pasokan beras medium, yang berpotensi menyebabkan kenaikan harga beras di tingkat pengecer dan konsumen. Karena pada akhir Januari diprediksi bakal ada kelangkaan akibat gagal panen pada periode musim tanam sebelumnya.

Apa Bedanya Beras Premium dan Medium?

ilustrasi beras premium
sumber: istimewa

Mengacu pada Permendag 57 tahun 2017, beras medium adalah beras yang memiliki spesifikasi kadar air maksimal 14% dan butiran patah maksimal 25%. Sementara beras premium adalah jenis beras yang memiliki kadar air maksimal 14% dan butiran patah maksimal 15%.

Beras premium tidak ditanam di Indonesia dan biasanya beras ini diperuntukan untuk konsumsi hotel, restoran dan katering.

1 KOMENTAR

Comments are closed.