Ilustrasi Tahanan (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Berkabar.ID – Polisi berhasil mengamankan dua orang mahasiswi berinisial NDY dan MJS karena keduanya kedapatan menjual surat sakit palsu lewat jejaring sosial. Menurut keterangan polisi, NDY mengedarkan surat sakit palsu melalui www.jasasuratsakit.blogspot.com bersama pria berinisial MKM. Sementara MJS menjualnya melalui akun Instagram @suratsakitjkt.

“Mereka ditangkap di Jakarta, ada yang di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan sekitar 4 hari yang lalu,” terang Kasubdit II Dittipid Siber Bareskrim Kombes Asep Syafruddin di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/1).

Dari penjelasan Asep, MJS merupakan reseller surat sakit palsu yang dibuat MKM dan NDY. Sementara NDY sendiri merupakan penjual surat sakit palsu yang diajari MKM yang  sudah menggeluti usaha tersebut sejak tahun 2012.

Asep melanjutkan, pihaknya mendapat laporan terkait peredaran surat sakit palsu ini dari Kementerian Kesehatan karena dianggap merugikan, baik terhadap generasi muda, instansi dan profesi dokter.

Ketiga tersangka kini dijerat pasal 28 ayat 1 UU ITE dan Pasal 73 juncto 77 UU Praktik Kedokteran dengan ancaman penjara di atas 5 tahun.

“Terhadap mereka, kita lakukan penahanan,” ucap Asep.

Motif Menjual Surat Sakit

Ilustrasi Pura-Pura Sakit (Istimewa)

Ketiga tersangka diketahui mendapatkan keuntungan dengan menjual surat sakit palsu seharga Rp 25 sampai 50 ribu per lembar. Peluang ini dilihat ketiganya karena maraknya orang-orang yang beralasan sakit agar tidak masuk sekolah, kuliah, bahkan kerja. Namun biasanya tidak mudah untuk mendapatkan surat sakit karena saat ini dokter atau rumah sakit tidak akan memberikan surat keterangan sakit apabila pasien benar-benar tidak sakit.

Akibat Surat Sakit Palsu

Ilustrasi Pegawai Malas (Istimewa)

Pelajar atau mahasiswa dapat menipu sekolah atau perguruan tinggi dengan surat sakit palsu sebagai alasan tidak masuk. Sementara yang lebih parah, jika pegawai menipu instansi atau kantor dengan surat palsu ini dan bisa membuat kwitansi atau bon rumah sakit yang kemudian bisa dirembes.