Empat ABK Kapal Sunrise Glory dijaga ketat pasukan KRI Sigurot 864 usai diamakankan pada Minggu. (Kompas.com/ Hadi Maulana)

Berkabar.ID – Keberhasilan TNI-AL dalam menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 1 ton di perairan Selat Philip, Kepulauan Riau, pada Rabu (7/2), mendapat apresiasi dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Ia mengaku bangga terhadap kinerja TNI-AL, khususnya para prajurit di Pangkalan Angkatan Laut Batam.

“Kapal Patroli KRI-Siguro-864 langsung bertindak sigap dan waspada ketika terdeteksi adanya kapal asing melanggar hukum di perairan perbatasan Singapura dan Indonesia,” ujar Moeldoko di Jakarta, Minggu (11/2).

Sebagaimana diketahui, satuan TNI-AL berhasil menangkap Kapal Sunrise Glory berbendera Singapura yang dinahkodai seorang warga negara (WN) asal Taiwan bernama Chen Chung Nan di Selat Philip. Saat diperiksa, Kapal tersebut dapat menunjukkan dokumen resmi yang dibutuhkan dalam pelayaran internasional.

Kapal tersebut rencananya akan berlayar menuju Malaysia dan kemudian mengakhiri pelayaran di Taiwan. Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, rupanya kapal tersebut selalu menggunakan identitas yang berbeda saat berlayar melayari perairan internasional.

Menurut Moeldoko, langkah sigap TNI-AL saat mengamankan Kapal Sunrise Glory tak lepas dari upaya Pemerintahan Jokowi-JK dalam melindungi generasi bangsa, terutama muda-mudi dari ancaman bahaya narkoba.

Bamsoet Minta Penyelundup Narkoba Ditembak Mati

Barang bukti sabu yang berhasil diamankan TNI. Sebelumnya, KRI Sigurot 864 dari Satrol Lantamal IV Tanjungpinang berhasil mengamankan Kapal MV Sunrise Glory yang membawa 1.029 kilogram sabu di Selat Philip. (Koran Sindo Batam/Muhammad Arief)
Berempat.com

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi kerja sama yang dilakukan jajaran TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai yang telah berhasil mengagalkan penyelundupan 1 ton narkoba jenis sabu di Batam, Kepulauan Riau.

Bamsoet bahkan langsung mengadakan kunjungan kerja bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas), dan pimpinan Polri untuk meninjau langsung barang bukti sabtu seberat 1 ton yang berhasil diamankan.

Ia bahkan meminta kapal Sunrise Glory yang kedapatan membawa sabu tersebut untuk ditenggelamkan, serta menghukum mati para pelaku penyelundupan narkoba.

“Sebagai pimpinan DPR RI, saya berpendapat tidak ada kata lain kecuali sebuah tindakan tegas yang harus dilakukan oleh negara, yakni tenggelamkan kapal tersebut dan hukum mati pelakunya,” ujar Bamsoet melalui keterangan tertulis yang diterima Berkabar.ID di Jakarta, Senin (12/2).

Ia juga mengatakan, penyelundupan narkoba jenis sabu yang dilakukan oleh warga negara Taiwan menggunakan kapal berbendera singapura ini menjadi bukti bahwa Indonesia menjadi target pasar utama bagi sindikat peredaran narkoba.

Bamsoet juga mencurigai kemungkinan terlibatnya aparat negara tetangga yang membiarkan narkoba tersebut lolos ke Indonesia.

“Patut ditelusuri, mengingat asal dan bendera yang digunakan berasal dari negara yang sekawasan dengan kita. Apakah ada indikasi adanya keterlibatan oknum negara tetangga, yang biasanya terkenal sangat ketat pengawasannya?” kata dia.