Gerbang Tol Kanal 3 (Tribun)

Berkabar.ID – Corporate Secretary Jasa Marga M Agus Setiawan mengungkapkan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mampu menjaga momen pertumbuhan kinerjanya pada 2017. Pencapaian tersebut menurutnya tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur, terutama jalan tol di sepanjang tahun lalu.

Di tahun 2017, PT Jasa Marga (Persero) dapat menjaga pertumbuhan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) di tengah masa ekspansi. Tercatat EBITDA pada 2017 mencapai nilai Rp 5,5 triliun atau tumbuh sekitar 4,8 persen. Sementara untuk Margin EBITDA sebesar 61,4 persen atau tumbuh sekitar 2,2 persen dari tahun 2016.

“Hal ini merupakan pencapaian Jasa Marga untuk tetap menjaga kinerja positif,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/2).

Selain itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. juga mencatatkan kenaikan dari sisi pendapatan usaha di luar kontruksi. Pada tahun 2017, Rp 8,9 triliun didapatkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dengan kontribusi dari pendapatan tol senilai Rp 8,3 triliun atau naik 4,5 persen dari 2016, dan pendapatan usaha lain Rp 640,4 miliar.

Di sisi lain, ruas jalan tol juga ikut menyumbang pertumbuhan dari sisi Hak Pengusahaan Jalan Tol yang meningkat 61,2 persen dari 2016 atau sekitar Rp 56 triliun. Jasa Marga juga tetap mendapat laba bersih di tengah mulai beroperasinya ruas jalan tol baru. Tercatat Rp 2,2 triliun atau tumbuh sebesar 16,5 persen dari 2916.

Layanan Uang Elektronik Jalan Tol Dikeluhkan Pelanggan

Akun Facebook Rama Soegianto. (Dok Facebook)
Berempat.com

Ditengah positifnya momen pertumbuhan Jasa Marga, layanan uang elektronik (e-Money) justru mendapat keluhan dari konsumen. Warganet beranam Rama Soegianto menilai ada masalah pada sistem pembayan tol nontunai atau e-Tol PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Dia merasa saldo kartu elektronik miliknya berkurang dua kali setelah menempelkan e-money pada mesin sensor di salah satu gerbang tol. Padahal, dirinya hanya menempelkan kartu tersebut sebanyak satu kali.

Ia pun lantas mengungkapkan kekecewaannya kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola jalan tol tersebut melalui akun Facebook-nya. ‎

“HATI HATI BUAT PENGGUNA JALAN TOL! SERING NGERASA SALDO NYA BERKURANG 2X? PERCUMA NGADU KE JASA MARGA, DI SYSTEM MEREKA YANG MASIH ANCUR, GA BAKAL KE DETEKSI KALO SALDO BERKURANG 2X PAS LEWATIN PINTU TOL!Sekitar 2 hari lalu, pas saya gunain tol cililitan, saya yakin seyakin nya kalo saldo saya berkurang 2x, saya coba tanya sama petugas tol nya, dia jawab dengan nyolot dan ngotot: ‘ga mungkin lah berkurang 2x, kalo pintu gerbang nya cuma ngangkat sekali, berarti saldo cuma berkurang 1x,’ ujar dia.

Dia kemudian mengaku mendatangi kantor Jasa Marga untuk memastikan dugaannya.

“Saya disuruh naik ke kantor nya buat buktiin, dan bener di system mereka cuma ke DETEKSI 1x, anjayyy kok bisaa!

Karena petugas penjaga pintu tol nya nyolot dan ngotot (ada di slide akhir), dan malah nyalahin saya, abis dari situ saya ke atm bank mandiri buat print out mutasi emoney, dan bener ternyata saldo saya berkurang 2x !!

Besok nya itu petugas tol pas lagi ga ada, saya ketemu sama petugas kantor mereka.. yang saya heran KOK BISA BEDA ANTARA MUTASI EMONEY SAMA SYSTEM JASA MARGA YANG MASIH PAYAH?! KOK BISA PINTU GERBANG KEBUKA SEKALI, SALDO BERKURANG 2X?! NGOTOT PULA ITU PETUGAS TOL DI LAPANGAN!! @ Jakarta, Indonesia,” tulisnya.

Mengenai keluhan tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga, Desi Arryani mengatakan, pihaknya telah mengklarifikasi keluhan ini langsung ke akun Rama Soegianto, sebagai bentuk respons.

Desi menerangkan, bahwa sistem deduksi pada kartu merupakan bagian pada sistem bank dan dikelola secara terpisah dengan peralatan tol. Sehingga memungkinkan terjadinya perbedaaan data pada operator jalan tol dengan pihak penerbit kartu.

Ia juga menjelaskan melalui corporate communication bahwa ini sudah merupakan SOP jasa Marga, sehingga tidak diperkenankan menerima laporan atau keluhan di gardu.