Elza Syarief diperiksa KPK. (Merdeka.com/Arie Basuki)
Berempat.com

Berkabar.ID – Sidang lanjutan kasus megakorupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto (Setnov) kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/2). Sidang kali ini masih mengagendakan pemeriksaan keterangan saksi.

Kali ini, saksi-saksi yang akan dimintai keterangannya untuk Setnov adalah advokat Elza Syarif, mantan Kabag Umum Kemendagri Rudy Endarto, dan Biro Perlengkapan Sekjen Kemendagri Yudi Pramadi.

Kemudian dihadirkan juga Ketua Tim Teknis Proyek e-KTP Husni Fahmi, anggota tim fatmawati Jimmy Iskandar alias Bobby, Direktur Utama PT LEN Industri Wahyudin Bagenda, serta mantan Direktur Utama PNRI Isnu Edhy Wijaya.

Sidang Novanto kali ini dipimpon oleh Hakim Yando dan dibagi dalam dua sesi. Dalam sesi pertama, jaksa menghadirkan empat saksi terlebih dahulu, yakni Elza Syarief, Yudi Pramadi, Wahidin Bagenda, dan Husni Fahmi.

Uang Proyek Mengalir ke Ketua Komisi II DPR

Ilustrasi suap (inikata.com)

Saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus megakorupsi e-KTP dengan terdakwa Setnov, Elza Syarif membeberkan aliran uang proyek e-KTP ke anggota Komisi II DPR melalui Chairuman Harahap yang merupakan Ketua Komisi II DPR. Hal itu ia katakan berdasarkan curhatan Miryam S. Haryani kepadanya.

“Kayaknya satu map itu. Dia (Miryam) kasih gambaran itu saja, dan saya enggak tanya jumlahnya. Tapi ada tulisannya, amplop putih atau cokelat, saya lupa, ada tulisan Komisi II,” ujar Elza Syarief.

Menurut dia, Miryam mengaku tak mengetahui bahwa amplop tersebut berisi sejumlah uang. Elza menyebut amplop yang bertuliskan Komisi II itu diberikan kepada Chairuman Harahap.

“Dia bilang, saya enggak tahu kalau itu uang. Jadi waktu terima itu, dia enggak tahu itu uang, dan diserahkan ke Ketua komisi II,” kata Elza.

Elza mengungkapkan, Miryam baru mengetahui amplop tersebut berisi uang setelah diperintahkan untuk membagi-bagikan uang tersebut.

“Ternyata uang dolar, dan dia diperintahkan untuk membagikan ke seluruh Komisi II. Dan setelah dihitung-hitung satu orang dapat 30 juta (rupiah),” kata Elza.

Berempat.com