Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo. (TEMPO/Aditia Noviansyah)
Berempat.com

Berkabar.ID – Bank Indonesia mengungkapkan secara umum mencermati dan memperhatikan perkembangan nilai tukar rupiah setiap harinya. Tahun lalu 2017 secara poin to poin terdepreasiasi 0,71%. Kemudian pada 2018 sejak 1 Januari – Maret terjadi depresiasi 1,5%  akibat faktor eksternal.

“Jadi kami ingin sampaikan, ada depresiasi 1,5%. Ini karena perkembangan di eksternal yang menyebabkan tekanan pada nilai tukar hingga bisa di posisi Rp 13.700- Rp 13.750,” kata Gubernur BI Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Menurut Agus, kondisi ini merupakan hal yang wajar. Hal ini karena jika terjadi volatilitas dan fluktuasi nilai tukar BI akan melakukanintervensi agar nilai tukar rupiah tetap berada di jalur yang stabil.

“Jadi kami sampaikan, kita tidak perlu khawatir karena kondisi Indonesia dalam keadaan baik. Kalau ada fluktuasi dan nilai tukar sampai menjauh dari fundamentalnya BI akan hadir di pasar,” kata dia.

Selain itu, lanjut Agus, pernyataan Bank Sentral AS The Federal Reserve yang membuat pasar berspekulasi akan terjadi peningkatan bunga lebih dari tiga kali.

“Nah, ini membuat dolar AS menguat, selain itu juga dampaknya mata uang negara lain tertekan,” ujarnya.

Agus menjelaskan, BI berkomitmen untuk membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa sesuai dan fleksibel.  Ia mengaku hal itu akan dipertahankan sebagai cerminan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Kepercayaan Agus kepada Perry

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo. (citizendaily.net)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan nama calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo periode 2018-2023 pengganti Agus Martowardojo ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 5 Maret lalu.

Agus berharap BI tetap memiliki kinerja yang baik meski dirinya nanti tak lagi menjabat sebagai Gubernur BI .

“23 Mei ini selesai tugas saya di BI, saya yakinkan BI tetap memiliki kinerja yang baik,” kata Agus di Gedung BI, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Ia juga yakin, Perry memiliki kinerja yang baik dan mampu menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di masa jabatannya.  “Saya yakin, stabilitas makro ekonomi akan tetap dijaga ke depannya oleh pak Perry,” ujar dia.

Menurut Agus, Perry merupakan sosok yang sangat mengenal Bank Indonesia. Perry sendiri merupakan Deputi Gubernur BI yang concern untuk menjaga stabilitas makro ekonomi, sistem keuangan, stabilitas nilai tukar dan moneter bisa tetap terjaga.

“Figur yang dipilih Presiden, punya keahlian atau pengalaman yang panjang di BI, mulai dari anggota dewan gubernur (ADG), pejabat di International Monetary Fund (IMF),” imbuh dia.

Agus mengungkapkan, Perry  memiliki disiplin moneter yang sesuai dengan mandat BI untuk mengembangkan fungsi moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, peredaran uang, pengembangan dan pendalaman pasar keuangan hingga ekonomi syariah.

Ia pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden dan DPR yang menurutnya telah tepat mengusulkan Perry sebagai calon Gubernur BI periode 2018-2023.

“Nasional dan internasional menyambut baik dan diharapkan kinerja BI bisa lebih baik,” ujar dia.

Berempat.com