Ketua DPR Bambang Soesatyo ketika wawancara dengan LKBN Antara di Gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa (16/1). (ANTARA/Wahyu Putro)

Berkabar.ID – Pemerintah mendapatkan peringatan dari Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk memberikan perhatian serius terhadap menipisnya stok garam untuk bahan baku industri di dalam negeri.  Bamsoet meminta pemerintah melakukan inovasi untuk menggenjot produksi garam di dalam negeri sehingga tidak bergantung dengan impor.

Ia mengungkapkan, meningkatnya permintaan dari industri makanan dan minuman jadi salah satu faktor menipisnya stok garam industri di dalam negeri. Maka dari itu, menurut Bamsoet, pemerintah perlu membuat solusi permanen untuk mengatasi ancaman kelangkaan garam industri.

“Pimpinan DPR meminta pemerintah segera melakukan pengembangan teknologi guna meningkatkan produksi garam di Indonesia dan memberi kemudahan bagi para petani garam dalam memproduksi garam. Jadi tidak selalu bergantung pada impor garam,” ujar dia pada keterangan tertulis yang diterima Berkabar.ID, Minggu (11/3).

Bamsoet mendesak pemerintah agar mempermudah proses dan percepatan industri garam nasional dengan membuka area yang berpotensial menggenjot produksi.

“Mengingat hingga saat ini kebutuhan industri makanan dan minuman untuk garam industri mencapai 535 ribu ton,” kata dia.

Selain itu, Bambang berharap meningkatnya koordinasi antar kementerian terkait langsung dengan persoalan garam, antara lain Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Agar kementerian-kementerian terkait segera melakukan rapat bersama guna mencari solusi, baik jangka pendek maupun jangka panjang terhadap tipisnya stok garam sebagai bahan baku industri, mengingat beberapa industri makanan dan minuman terancam harus berhenti beroperasi,” kata dia.

Pabrik Pengolahan Garam Seniliai Rp 900 Miliar Beroperasi di Gresik

Petani garam (ANTARA/Saiful Bahri)

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut kinerja industri nasional bisa semakin tumbih dan berdaya jika ketersediaan pasokan bahan baku bisa terjaga dengan aman, salah satunya garam. Garam merupakan salah satu bahan pokok yang sangat dibutuhkan oleh sejumlah sektor manufaktur guna menopang keberlanjutan produktivitas.

“Jadi, garam mendukung supply chain dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Untuk itu, kami terus mendorong investasi baru atau ekspansi di sektor industri pengolahan garam di Indonesia,” jelas Airlangga, seperti pada keterangan tertulis yang diterima Berkabar.ID, Minggu (11/3).

Menurut Airlangga, diresmikannya pabrik pengolahan garam industri dan konsumsi PT UNIchemCandi Indonesia di Kawasan Industri JIIPE Gresik, Jawa Timur, dapat membangun ketahanan pangan nasional.

“Ini sejalan dengan program pemerintah, yaitu swasembada garam. Selain itu mampu berkontribusi terhadap perekonomian kita,” tegasnya.

Airlangga yakin pembangunan pabrik baru milik UNIchemCandi Indonesia di Gresik akan semakin menguatkan struktur industri nasional, sehingga mampu kompetitif di pasar domestik maupun ekspor.

“Inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia, membuat industri pengolahan di dalam negeri. Apalagi, industri-industri yang menyerap bahan baku garam merupakan sektor andalan,” tuturnya.

Airlangga berharap UNIchemCandi Indonesia dapat terus memperluas usahanya, bahkan bisa menaikan kapasitas produksi garam hingga 10 kali lipat sehingga mampu memasok permintaan pasar dalam negeri.

“Kami mendukung pabrik ini berkembang dan menjadi contoh bagi perusahaan lain,” ujarnya.