Polisi tinjau kendaraan di Gerbang Tol Bekasi Barat terkait penerapan Ganjil Genap di Tol Cikampek. (Okezone/Putra)

Berkabar.ID – Mulai pagi ini, tiga kebijakan baru untuk menekan angka kemacetan di ruas Tol Jakarta-Cikampek mulai diberlakukan. Tiga kebijakan tersebut yakni pengaturan pembatasan angkutan barang (golongan III, IV dan V), ganjil genap kendaraan pribadi, dan pemberlakuan lajur khusus bus.

Di hari pertama pemberlakuan kebijakan baru ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi turun ke lapangan untuk mengecek implementasi dari aturan tersebut, tepatnya di Gerbang Tol Bekasi Barat.

Selain Budi, hadir juga Kapolri Tito Karnavian, Kepala BPTJ Bambang Prihartono, dan Kepala Korlantas Polri untuk memantau langsung kondisi di Gerbang Tol Bekasi Barat pada hari ini.

Sebagaimana diketahui, proses penyusunan dan implementasi kebijakan ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Korlantas Polri, PT Jasa Marga (Persero), Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Kementerian PUPR, dan Pemerintah Kota Bekasi. Sementara untuk koordinasi dilakukan oleh Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman.

Dengan adanya 3 kebijakan baru ini diharapkan volume kendaraan dan kapasitas jalan alias V/C ratio akan menurun menjadi 0,89 persen. Dampak lainnya, kecepatan rata-rata kendaran akan meningkat hingga 45 km/jam serta waktu tempuh lebih cepat menjadi 83 menit.

Seperti diketahui, ada sejumlah faktor yang menyebabkan kemacetan di Ruas Tol Jakarta-Cikampek. Pertama karena jumlah kendaraan yang terus meningkat. Kedua, karena adanya proyek pembangunan infrastruktur di sekitar ruas tol, mulai dari proyek LRT, Jalan Tol Jakarta-Cikampek elevated, dan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Menhub Meminta Maaf kepada Warga Bekasi

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau penerapan rekayasa lalu lintas berdasar nomor plat kendaraan ganjil-genap di Gerbang Tol Bekasi Barat, Senin pagi (12/03). (ANTARA News/Andi Firdaus)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta maaf kepada seluruh warga Bekasi jika aturan ganjil genap kendaraan pribadi di Tol Jakarta-Cikampek yang berlaku mulai hari ini menimbulkan sesuatu yang kurang nyaman.

“Kita minta maaf, masyarakat Bekasi apabila ini timbulkan suatu yang kurang nyaman. Yakinlah kekurangnyamanan ini cara kita memberikan service ke masyarakat,” kata Budi Karya di sela-sela peninjauan Gerbang Tol Bekasi Barat, Senin (12/3).

Selain itu, Budi mengungkapkan rasa setujunya dengan Kapolri Tito Karnavian mengenai pentingnya mendengarkan aspirasi masyrakat terkait diberlakukannya kebijakan penanganan kemacetan di Ruas Tol Jakarta-Cikampek.

“Saya sepakat sekali dengan Pak Kapolri, keterlibatan masyarakat harus maksimal. Sebesar apa pun kritik masyarakat harus kita dengar. Pada dasarnya masyarakat yang rasakan dan mereka akan rasakan baiknya bila mendapatkan suatu itu,” lanjutnya.