Raja Salman. (liputan6)

Berkabar.ID – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud berjanji membangun stadion terbesar dunia jika Irak mengalahkan Arab Saudi dalam pertandingan persahabatan. Niat tersebut disampaikan Raja Salman kepada Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi lewat sambungan telepon. Stadion yang akan dibangun itu nantinya berkapasitas 135 ribu kursi dan mampu menampung lebih dari 100 ribu penonton.

“Saya menerima sebuah sambungan telepon dari Raja Salman bin Abdul Aziz. Dia memberi selamat atas kemenangan Irak adalam pertandingan persahabatan, dan mengekspresikan kesiapan serta komitmen untuk memperluas hubungan positif antara Irak dan Arab Saudi di tingkatan yang berbeda,” kata Al-Abadi seperti dilansir Berkabar.ID dari Middle East Monitor, Senin (12/3).

Dan seperti diketahui, Irak berhasil mengalahkan Arab Saudi dengan skor 4-1. Pertandingan itu dilaksanakan di Stadion Basra Sport City dan dihadiri oleh 65 ribu penonton.

Hadiah sebagai Upaya Memperbaiki Hubungan Irak-Arab Saudi

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud bertemu dengan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi di istana kerajaan di Riyadh, Arab Saudi pada tanggal 20 Oktober 2017 (Bandar Algaloud/Saudi Royal Council/ Handout-Anadolu Agency)

Al Abadi menambahkan, adanya stadion ini bukan hanya bisa meningkatkan hubungan antara dua negara, stadion juga bisa mendukung kepentingan Irak dan Arab Saudi dalam hal ekonomi hingga kebudayaan.

“Hubungan ekonomi, komersial, hingga kebudayaan di semua tingkat yang menjadi kepentingan kedua negara. Dia juga menawarkan kontribusi Arab Saudi untuk membuat stadion utama di Irak yang bisa 100 ribu orang,” kata Al-Abadi.

“Kami menyambut baik inisiatif tersebut dan usulan pun sudah disampaikan ke kabinet,” tambah dia.

Sebagai informasi, Irak dan Arab Saudi sebelumnya sempat berselisih selama beberapa dekade yang kala itu dimulai dengan invasi Irak ke Kuwait pada tahun 1990. Niat pembangunan stadion ini pun terindikasi merupakan rayuan Arab Saudi ke Irak untuk membendung pengaruh regional yang semakin meningkat di Iran. Sementara Irak bisa mendapat keuntungan ekonomi dari hubungan yang lebih dekat dengan Arab Saudi.