Ilustrasi bawang putih impor ilegal. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Berkabar.ID – Kementerian Perdagangan (kemendag) menemukan delapan kontainer dari Pasar Induk Kramat Jati yang total memuat kurang lebih 5 ton bawang putih impor ilegal. Seharusnya bawang putih impor tersebut untuk bibit, tetapi justru dijual ke pasar.

Kabar ini dibenarkan Direktur Tertib Niaga Kemendag Veri Anggriono Sutiarto. Saat ini Veri pun mengaku bila pihaknya tengah menulusuri perizinan dan asal muasal hasil temuan bawang putih impor yang diduga ilegal dan tidak memenuhi peraturan wajib administrasi tersebut.

“Kami sudah tarik 5 ton bawang putih ilegal dari Pasar Induk Kramat Jati. Ada delapan kontainer yang kami inventarisasi, yang masuk,” tutur Veri di Kompleks Pergudangan Jakarta Distribution Center (JDC), Kamal Muara, Pejaringan Jakarta Utara, Senin (12/3).

Menurut dugaannya, bawang putih impor ilegal tersebut sudah didistribusikan dan menyebar ke berbagai kota lainnya, baik di Pulau Jawa hingga Pulau Sumatera. Maka dari itu, Kemendag akan melakukan penelusuran ke Medan secara langsung.

Dari jumlah total kontainer yang ditemukan, Kemendag mengungkapkan bahwa bawang putih impor ilegal ini jumlahnya cukup signifikan.

Mendag Blacklist Importir Bawang Putih Ilegal

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (MI/Galih Pradipta)

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memastikan tak akan lagi memberikan izin impor bawang putih kepada perusahaan yang melakukan penyelundupan bawang putih. Hal ini berkaitan dengan temuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) soal bawang putih asal China yang masuk menggunakan izin impor bibit.

“Sudah jelas itu penyelundupan, dengan alasan itu adalah bibit tapi yang masuk bawang putih. Ya bagaimana lagi, kita sudah keluarin izin barang sudah datang. Kalau enggak nyelundup, apa lagi?,” ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/3).

Menurutnya, Pemerintah akan kesulitan melakukan pengawasan jika barang impor yang masuk secara ilegal, sehingga bisa saja bawang putih ilegal tersebut kini sudah masuk ke pasaran.

“Ya bagaimana kalau barang legal, kita gampang. Barangnya pakai ‘kapal selam’, bagaimana. Mereka minta izin kalau yang bibit kan tidak melalui kami. Yang barang jadi melalui kemendag. Jadi bibit tidak. Tapi ternyata dari bibit jadi bawang putih, beredar, ya kita PPNS line,” jelas dia.

Enggar pun memastikan dirinya tidak akan lagi memberikan izin kepada perusahaan yang melakukan impor ilegal tersebut. Bahkan, enggar akan memasukan perusahaan tersebut dalam blacklist Kemendag.

“Ya, sudah lah jangan pernah lagi berhubungan, minta izin ekspor, impor bawang putih, segala macam. Sudah jelas nyolong, jelas nyelundup. Ngapain lagi kita urusan dagang sama tuh orang. Direksi, pemegang saham, komisaris kita blacklist, jangan pernah lagi ada hubungan,” tandas dia.

Kementan Bakal Pecat Pegawai yang Terlibat Impor Bawang Putih Ilegal

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. (Antara/Puspa Perwitasari)

Mengenai kabar temuan impor bawang putih ilegal, Kementerian Pertanian (Kementan) pun sudah siap mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada importir nakal tersebut. Sanksi ini juga berlaku bagi pegawai Kementan yang kedapatan terlibat di dalamnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan, importir tersebut termasuk pihak-pihak yang terkait tidak akan pernah lagi terlibat dalam pengadaan di Kementan.

“Saya pastikan importir yang bersangkutan sudah kami blacklist bersama group di Kementan. Kalau ada pegawai Kementan yang terlibat, pasti akan kami pecat,” ujar dia di Jakarta, Selasa (13/3).

Amran mengungkapkan, dalam rangka menggenjot produksi bawang putih pihaknya memberikan rekomendasi untuk importase bibit bawang putih. Namun, Amran tidak menyangka jika rekomendasi tersebut disalahgunakan oleh importir.

Maka dari itu, dia memastikan tidak akan memberikan ampun bagi siapa pun yang terlibat dalam perizinan ini. Termasuk jika ada pegawai Kementan yang kedapatan terlibat dalam kasus impor bawang putih ilegal ini.

“Program itu sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan produksi bawang putih karena kita ingin komoditas ini swasembada. Tapi ini malah disalahgunakan,” jelas dia.