Seorang pekerja sedang memerah susu sapi. (ANTARA/Jefri Aries)

Berkabar.ID – Dalam menjalankan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 26 tahun 2017 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengevaluasi dan menilai proposal kemitraan yang diserahkan oleh industri pengolahan susu (IPS) dan importir.

Seperti diketahui, sesuai dengan Permentan Nomor 26 Tahun 2017, pemerintah mendorong IPS dan importir untuk bermitra dengan peternak sapi perah lokal. Dengan demikian, diharapkan peternak lokal berdaya dan bisa meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementan Fini Murfiani mengatakan, evaluasi serta penilaian terhadap proposal kemitraan yang masuk dilakukan oleh tim kecil.

“Tim kecil terdiri dari praktisi akademisi yang kita anggap mempunyai ilmu dan tahu banyak tentang kemitraan. Tidak harus jumlahnya harus sekian, tapi terpenting adalah kompetensinya yang lebih utama bagi kami,” ujar dia di Jakarta, Selasa (13/3).

Fini menjelaskan, tim kecil inilah yang menilai apakah proposal kemitraan yang diserahkan sudah sesuai dengan ketentuan yang ada dalam pedoman teknis di Pementan Nomor 26 tahun 2017 atau belum.

“Ini nanti dilihat lagi mana yang belum sesuai dengan format, dilihat make sense-nya, dia mulainya kapan, dan siapa saja yang akan dia jadikan mitranya,” kata dia.

Segera Serahkan Proposal

Peternakan sapi perah. (Republika/Umar Mukhtar)

Fini mengungkapkan, evalaluasi serta penilaian akan dilakukan hingga akhir bulan ini. Setelah itu, Kementan akan segera mengumumkan dan menyampaikan langsung hasil evaluasi tersebut ke IPS dan importir yang menyerahkan proposal kemitraan.

“Kalau ada yang kurang sesuai nanti kita arahkan. Jadi di situ ada aspek pembinaan,” lanjut dia.

Fini pun mengimbau bagi IPS dan importir yang hingga saat ini belum menyerahkan proposal kemitraan agar segera menyerahkan proposal tersbeut. Ia juga meminta IPS dan importir agar tidak perlu takut bermitra dengan peternak lokal.

“Kita setiap mereka konsultasi, kita infokan seperti itu, tidak perlu takut bermitra, bikin saja dulu proposal kemitraannya,” tutur dia.