Produk ikan makarel mengandung cacing. (WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM)
Berempat.com

Berkabar.ID – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengaku sudah mendapatkan surat pemberitahuan tentang ikan makarel kaleng dari China yang terdapat parasit cacing Anisakis Sp mati sejak akhir 2017 lalu.

Hal ini diungkap Kepala Pusat Sertifikasi Mutu, Balai Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan Widodo Sumiyanto. Ia menyebutkan surat pemberitahuan tersebut diberikan melalui Kementerian Luar Negeri RI.

“Pada akhir tahun 2017, KKP mendapat informasi dari Kedutaan Peru melalui Kementerian Luar Negeri yang menyatakan bahwa informasi di Peru ikan dari China mengandung cacing mati,” kata Widodo seperti dilansir Berkabar.ID dari Tribunnnews.com, Kamis (29/3).

Diungkap Widodo, setelah mendapat surat dari Kemenlu itu, KKP langsung menginisiasikan dan memerintahkan UPT untuk menambahkan uji Anisaskis Sp. Atau parasit cacing.

Dari hasil temuan KKP, terdapat satu jenis produk olahan ikan makarel dari satu perusahaan asal China yang mengandung parasit cacing Anisasis Sp mati. Ia mengatakan, pada bulan Februari 2018 KKP langsung menyurati perusahaan terkait agar memberhentikan impor produk ikan Makarel ke Indonesia.

“Pada bulan Februari kita mendapatkan produk ikan makarel sudah jadi dari China mengandung cacing mati dan bulan Februari kita juga menyurati perusahaan ikan makarel di China agar memberhentikan impor tersebut. Tanggal 15 Februari barang tersebut dikembalikan ke China melalui Surabaya,” katanya.

Ia menuturkan, KKP sebagai kementerian teknis telah mengusulkan agar mervis 4410:2014 dengan menambahkan parameter uji parasit pada ikan beku ke BSSN. “Sebelum merevisi SNI, sebagai acuan kita akan menambahkan komitmen semua yang masuk yang menjadi perhatian, untuk kita uji parasit pada ikan beku yang masuk,” tutur Widodo.

Investigasi Temuan Cacing, Heinz ABC Tarik Produk dari Pasar

Puluhan kaleng ikan makarel disita BPOM Jateng. (Merdeka.com/Dian Ade Permana)

Menanggapi temuan Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM) terkait produk ikan makarel dalam kemasan yang mengandung parasit cacing Anisasis Sp. mati di Indonesia, PT Heinz ABC Indonesia memutuskan untuk menarik semua produk mereka dari pasar.

“PT Heinz ABC Indonesia telah mengambil langkah pro-aktif untuk melakukan penarikan produk dari pasar. Keputusan tersebut telah dikomunikasikan kepada BPOM pada 28 Maret 2018 pagi hari,” demikian tertulis di keterangan resminya, Jumat (30/3).

Selain itu, PT Heinz ABC juga akan melakukan investigasi perihal masalah tersebut dan akan segera memberitahukan kepada publik mengenai kapan produknya dapat kembali dipasarkan.

“PT Heinz ABC Indonesia telah dikenal sejak lama dalam menyediakan produk berkualitas tinggi kepada konsumen dan akan terus menerapkan praktek terbaik dalam proses produksinya,” paparnya.

Tindakan melakukan penarikan produk ABC Makarel dari pasaran ini merupakan bukti nyata perusahaan dalam menjunjung tinggi integritas dan menempatkan konsumen sebagai prioritas perusahaan.

Diketahui sebelumnya, BBPOM DKI Jakarta menemukan sejumlah produk ikan makarel berisi cacing mati yang ramai beberapa waktu lalu. BPOM pun merilis 27 produk makarel kaleng yang ditemukan berisi cacing mati pada Rabu (28/3). Beberapa di antaranya ditemukan di Jakarta dari produk kenamaan.

Sembilan produk tersebut adalah ABC (Ikan Makarel dalam Saus Tomat, Ikan Makarel dalam Saus Ekstra Pedas, dan Ikan Makarel dalam Saus Cabai), Botan (dua jenis Ikan Makarel dalam Saus Tomat), Kingfisher (Ikan Makarel dalam SausTomat), dan Ayam Brand (Ikan Makarel dalam Saus Tomat, Ikan Makarel Goreng, dan Ikan Makarel dalam Saus Padang).

Setelah penemuan ini, BBPOM DKI Jakarta telah mengirimkan surat imbauan kepada perusahaan impor dan lokal untuk penarikan produk di seluruh Indonesia sejak 27 Maret 2018.

Berempat.com