Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat berkunjung ke Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Banten, Senin (2/4). (Dok. Kemnaker)
Berempat.com

Berkabar.ID – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menjamin kualitas teknisi industri lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) Serang setara dengan lulusan Diploma 3 (D3) perguruan tinggi. Hanif bahkan menantang perusahaan untuk menguji langsung kompetensi para lulusan teknisi industri yang dilatih di BLK Serang.

“Saya bisa katakan, teman-teman jurusan teknisi industri lulusan BLK Serang kualitasnya tidak kalah bahkan lebih baik dari lulusan D3. Nanti silahkan diuji/dites karena mereka ini sudah mengikuti uji kompetensi,” kata Hanif usai memberikan sertifikat kompetensi kepada 375 orang peserta Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang I di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang, Banten, Senin (2/4).

Hanif menilai program teknisi industri yang pelatihannya dilakukan selama dua tahun merupakan program unggulan di BLK Serang. Program tersebut salah satu yang sangat match (sesuai) dengan kebutuhan industri sehingga lulusannya terserap 100 persen ke pasar kerja.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, 100 persen alumni program teknisi industri bisa terserap ke pasar kerja. Pasalnya selama di BLK mereka dilatih dengan orientasi yang lebih banyak praktik dan disesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Oleh karena itu, Hanif meminta kepada kalangan industri untuk tidak memperlakukan lulusan teknisi industri seperti lulusan SMA biasa. Karena walaupun ijazahnya SMA atau SMK tapi mereka memiliki sertifikat kompetensi.

“Mereka ini anak-anak yang luar biasa. Jadi tidak kalah jika dibandingkan dengan yang lulusan politeknik selama tiga tahun,” tutur Hanif.

Jajal Motor Listrik

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat menjajal motor listrik. (Dok. Kemnaker)

Hanif mengapresiasi para siswa Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Serang yang berhasil merakit motor listrik. Menurutnya, perakitan tersebut sangat inovatif untuk mengasah kemampuan para siswa agar meningkatkan kreatifitas dalam bekerja.

Perakitan sepeda  motor bertenaga listrik ramah lingkungan dirintis oleh dua siswa Teknisi Ahli Angkatan 15 Tahun 2018 yang bernama Ibnu Majah dan Hartanto Hadya dengan didukung oleh para siswa BLK lainnya.

“Ide awal dari pembuatan motor listrik ini adalah penciptaan teknologi energi terbarukan. Motor listrik ini ramah lingkungan dan hemat energi,” kata siswa Teknisi Ahli BBPLK Serang, Ibnu Majah dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta, Senin (2/4).

Motor listrik ini dapat menempuh jarak 50 KM perjam serta mampu berjalan selama lima jam (nonstop) dalam kondisi baterai penuh. Butuh waktu tiga jam untuk mengisi ulang baterai dari kondisi kosong hingga full.

Pembuatan motor listrik ini selama dua minggu dari motor bekas sampai jadi motor listrik. “Kami bekerja dalam tim yang terdiri dari tenaga ahli las, kelistrikan, dan mekatronik,” ujarnya.

Hasil kreasi motor listrik ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi para siswa BLK. Sebab nantinya para siswa BLK dituntut untuk melakukan inovasi dan meningkatkan kreativitas dalam bekerja.

Hanif yang datang ke BBPLK Serang untuk membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang II tak mau ketinggalan untuk mencoba motor listrik karya siswa BBPLK Serang tersebut.

“Ini bukti kreativitas siswa BLK. Mereka mampu memodifikasi motor bertenaga bahan bakar minyak menjadi sepeda motor bertenaga listrik. Rekan rekan wartawan kalau mau memodifikasi motornya menjadi motor listrik silahkan ke BBPLK Serang” kata Hanif bergurau kepada wartawan yang meliput.

Hanif mengatakan zaman milenial ini, semua pekerja harus mampu bersaing dan menunjukan kreatifitas dalam bekerja. “Jadi banggalah jika para siswa yang dilatih dan belajar di BBPLK punya karya yang cukup inovatif,” kata Hanif.

Selain motor listrik, siswa BBPLK Serang juga mampu berinovasi menciptakan sepeda listrik dan lampu yang bisa dikendalikan melalui android.

Berempat.com