Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. (Sindonews)
Berempat.com

Berkabar.ID – Partai Golkar akan menyiapkan kader untuk menjadi calon wakil presiden jika diminta oleh Joko Widodo (Jokowi) untuk Pilpres 2019. Diungkap Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, nama sang Ketua Umum Airlangga Hartarto diinginkan kader partainya untuk menjadi cawapres Jokowi.

“Walaupun kami dalam posisi menyerahkan sepenuhnya dan menunggu pilihan dari pak Jokowi, namun kami telah melakukan persiapan agar bila waktunya dan pilihan itu jatuh kepada Golkar, kami benar-benar siap,” kata Doli melalui keterangan tertulis, Selasa (3/4).

Bahkan, lanjut Doli, Golkar telah menyiapkan visi Indonesia 2030 yang akan melengkapi konsep Kesejahteraan Indonesia 2045 yang telah disusun sejak kepengurusan lalu.

Ia menjelaskan, visi Indonesia 2030 dirumuskan berdasarkan arahan Jokowi dan Airlangga. Ia mengungkapkan, visi Indonesia 2030 akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

“Visi Indonesia 2030 yang akan di-launching dalam waktu dekat, dirumuskan atas arahan pak Jokowi dan terkait juga dengan posisi Airlangga sebagai Menteri Perindustrian, akan menjadi satu paket dengan pencalonan Capres/Cawapres Golkar,” ujarnya.

Bukan hanya itu, tim relawan pemenangan Jokowi seperti Jangkar bejo dan Gojo sudah disiapkan oleh Golkar.

“Jadi Golkar sudah siap dalam menghadapi pileg dan pilpres, baik software maupun hardware. Siap dengan sumber daya manusianya dan juga siap dengan visi dan konsepnya,” ujarnya.

Golkar: Duet Jokowi-Prabowo Mustahil

Jokowi-Prabowo. (merdeka.com)

Sementara itu, Ketua Korbid Kepartaian Partai Golkar Ibnu Munzir memberikan tanggapannya terkait wacana duet Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Menurutnya, duet tersebut akan sulit terwujud mengingat partai Gerindra pasti akan mempertimbangkan banyak hal untuk memutuskan Prabowo menjadi pendamping Jokowi.

“Ya kalau itu menjadi kehendak partai-partai dan menjadi dukungan masyarakat tidak soal saya kira. Kan dimungkinkan tetapi memang kita lihat perkembangan kan tidak semudah itu,” kata Ibnu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).

Ibnu mengakui, Golkar sendiri menginginkan Jokowi berpasangan dengan sang Ketua Umum Airlangga Hartarto. Namun, Golkar tidak akan memaksa Jokowi untuk memilih Airlangga sebagai cawapres.

Ibu melanjutkan, yang terpenting bagi Golkar adalah Jokowi memenangkan Pilpres dan partai mendapat suara 18 persen di Pemilu Legislatif.

“Bagi kami kalau bisa ya Airlangga Hartarto lah. Ketua umum kami yang bisa jadi pasangan kan gitu kira-kira. Tapi kalau pak Jokowi menghendaki pasangan lain ya monggo,” terangnya.

Berempat.com