Beras Bulog. (Antara Foto/Rahmad)
Berempat.com

Berkabar.ID – Mulai 13 April 2018 mendatang, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mewajibkan seluruh pedagang di pasar tradisional untuk menjual beras kualitas medium dengan harga sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita yang menyatakan aturan diterapkan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasar tradisional. Enggar juga menyebut aturan ini juga untuk mengantisipasi gejolak harga khususnya harga beras jelang Ramadan 2018.

“Seluruh pedagang beras di pasar tradisional wajib menjual beras medium,” ujar dia di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Untuk harga jual akan disesuaikan dengan besaran HET, yakni Rp Rp 9.450 per kg untuk Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, dan Kalimantan. Kemudian Rp 9.950 per kg untuk wilayah Sumatera. Sementara untuk Maluku dan Papua sebesar Rp 10.250 per kg.

“Khusus komoditas beras, seluruh pedagang beras di pasar tradisional diwajibkan menjual beras medium dan ritel modern wajib menjual beras premium sesuai dengan HET per 13 April 2018. Pemerintah juga siap mengisi stok beras medium di pasar tradisional jika terjadi kekurangan,” kata dia.

Selain itu, Enggar mengimbau para pedagang untuk melapor ke Kemendag apabila merasa kesulitan mendapatkan pasokan beras medium guna memenuhi aturan HET ini. Dengan begitu, tidak ada alasan bagi pedagang untuk tidak menjual beras sesuai ketentuan harga tersebut.

“Kalau mereka tidak memiliki stok, kasih tahu kita yang suplai stoknya itu siapa. Jadi, tidak ada alasan mereka tidak jualan,” kata dia.

Jamin Stok Beras Aman Selama Ramadan

Mendag Enggartiasto Lukita. (Hana/Merdeka.com)

Sebelumnya, usai menghadiri Rakornas Pembahasan Beras dan Daging yang diadakan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian pada Rabu  (28/3/2018), Enggar menyebut, rapat terbatas yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin nasution tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan dan Lebaran 2018.

“Beliau meminta laporan bagaimana menurunkan harga di Lebaran ini, memasuki Bulan Suci Ramadan,” kata dia, Rabu (28/3).

Ia menuturkan, guna menjaga stabilitas harga pangan terutama beras, Kemendag akan mewajibkan seluruh pedagang beras tradisional  agar menjual beras sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

Sementara bagi daerah-daerah yang tidak memeliki stok beras, Enggar menyebut untuk tidak perlu khawatir. Karna stok beras nantinya akan dipasok melalui Bulog ke beberapa daerah.

“Saya sudah sampaikan yaitu pertama beras seluruh pedagang beras tradisional wajib menjual beras sesuai dengan HET kalau di daerah tersebut tidak punya stok dengan beras medium sesuai HET maka kami menyediakan dari Bulog,” ujar dia.

Enggar menegaskan, seluruh stok beras Bulog baik yang dari serapan lokal maupun impor akan sebisa mungkin bisa dijual.  Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kekosongan persediaan beras di daerah-daerah lain.  Dengan begitu, ia harap stok beras medium akan selalu tersedia melalui Bulog.

Berempat.com