Penyidik Senior KPK Novel Baswedan. (Kompas.com/Garry Andrew Lotulung)
Berempat.com

Berkabar.ID – Hingga saat ini Polri masih belum berhasil mengungkap pelaku kasus penyerangan air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Terkait hal itu, Polri menegaskan bahwa tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Kita dalam prinsip penanganan kasus ini equality before the low, siapapun, enggak ada enggak ada yang kita tutup-tutupi,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/4/2018).

Ia pun meminta semua pihak yang mengetahui kasus penyerangan terhadap Novel agar segera memberikan informasi kepada kepolisian. Terlebih, Novel pernah memberi isyarat bahwa ada keterlibatan jenderal dalam kasus penyerangannya.

“Catat ini, katakan jenderal mana, buka, itu sangat berharga. Informasi apapun dari masyarakat dari pelapor, dari mana saja ke penyidik buka, kita akan ucapkan terima kasih,” kata Iqbal.

Iqbal menegaskan, siapapun yang memang memiliki informasi, baik itu Novel Baswedan atau pihak lainnnya dipersilahkan untuk menyampaikan keterangan mengenai kasus penyerangan yang terjadi pada 11 April 2017 itu lalu itu.

“Mau tertutup mau terbuka silakan. Mau ketemu saya silakan,” kata dia.

JK Desak Polri Segera Ungkap Penyerang Novel

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Katadata/Arief Kamaludin)

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), mendesak pihak kepolisin untuk segera menemukan pelaku penyerangan air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang sudah setahun berlalu. Ia menuturkan, pemerintah memang tidak memberi batas waktu, namun kepolisian harus bergerak cepat.

“Ya pemerintah tidak beri batas waktu yang penting harus cepat,” kata JK di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Rabu (11/4/2018).

JK mengatakan, sudah selama satu tahun pihak kepolisian tidak memberikan informasi kepada pihaknya terkais kasus penyerangan Novel Baswedan. Namun JK optimis polisi bekerja dengan baik.

“Saya yakin polisi bisa mencapai itu, berusaha dengan keras. Masyarakat harus membantu,” ungkap JK.

JK pun mempersilahkan masyarakat untuk membuat Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Namun, JK yakin pihak kepolisian bisa segera menemukan penyerang Novel Baswedan.

“Memang itu yang diusulkan tapi polisi yakin bisa,” kata JK.

Berempat.com