Jokowi-Prabowo. ©2014 merdeka.com
Berempat.com

Berkabar.ID – Setelah terus didorong untuk mendeklarasikan pencalonan diri sebagai calon Presiden (capres) 2019 oleh banyak pihak, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Bukut Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu 11 April 2018 lalu, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akhirnya menyatakan siap maju.

Sementara itu, untuk deklarasi Prabowo Capres disebut petinggi Gerindra akan dilakukan di kabupaten Banyumas, yang disebut sebagai tanah leluhur Prabowo. Nantinya, saat itu juga akan dideklarasikan calon wakil presiden yang bakal mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2019, untuk melawan capres petahana, Joko Widodo (Jokowi).

Kabar mengenai rencana deklarasi Prabowo Capres yang akan dilakukan di Banyumas mendapat sambutan baik dari jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Banyumas. Mereka bahkan mengatakan siap all out menyukseskan deklarasi Prabowo Subianto jika nantinya benar dilakukan di Banyumas.

Utusan Prabowo Pernah Temui Jokowi Beberapa Waktu Lalu

Pertemuan Prabowo-Jokowi (Tahta Aidila/Republika)

Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Romi) mengungkapkan, utusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pernah menemui Joko Widodo atau Jokowi pada Selasa 27 Maret lalu. Romi menyebut, utusan Prabowo itu menanyakan kemungkinan Prabowo menjadi calon wakil presiden Jokowi.

Namun saat dirinya menanyakan hal itu kebada Jokowi, Romi menyebut Presiden ke-7 RI itu tidak bisa memberikan jawaban dan harus meminta persetujuan pimpinan partai-partai pendukungnya.

“Jadi saya hanya bisa mengatakan beri waktu. Ternyata Pak Prabowo menginginkan jawabannya segera. Sehingga memang waktu itu sampai hari ini belum ada,” ujar Romi di Hotel Patrajasa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4).

Sebelum pertemuan terakhir pada 27 Maret  2018 kemarin, Prabowo rupanya pernah dua kali bertemu Jokowi pada November 2017 lalu. Dalam pertemuan itu, Romi menyebut Prabowo juga sempat meminta untuk bersanding dengan Jokowi sebagai cawapresnya.

“Pada saat itu Pak Prabowo menyampaikan dalam pertemuan terakhir di bulan November itu, ‘saya merasa sangat terhormat di akhir perjuangan saya bisa dipinang sebagai wakil presiden’,” ungkap Romi tentang permintaan itu.

Romi sendiri mengaku tidak tahu siapa yang menginisasi gagasan tersebut, apakah Jokowi atau Prabowo. Namun, menurut Romi, pertemuan-pertemuan tersebut digagas oleh Jokowi.

Berempat.com