Ketua Umum PAN (kiri), Zulkifli Hasan dan Agus Yudhoyono (Tribunnews.com)

Berkabar.ID – Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) diprediksi akan segera merapat ke koalisi Joko Widodo (Jokowi) untuk mendukung presiden k-7 RI itu menjadi calon presiden kembali di Pilpres 2019. Hal ini disampaikan pakar politik Nusantara Centre Yudhie Haryono dikarenakan kedua partai tersebut hingga saat ini belum menyatakan sikapnya.

“Tidak perlu ditebak itu jelas ke Pak Jokowi bahwa mereka belum menentukan karena belum jelas diilnya, baik dari sisi logistik maupun sisi struktur. Karena ini persoalan siapa membayar apa dan apa mendapatkan berapa bagian. Saya yakin itu,” kata Yudhie saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).

Ia juga menyebut, partai politik saat ini tentu merujuk pada hasil survei sehingga parpol tidak akan berani mengusung seorang calon jika elektabilitasnya minim.

“Saya yakin sekali, karena partai politik hari ini basisnya adalah survei atau pun polling. Dan polling itu membuat mereka takut sekali mencalonkan alternatif di luar mainstream yang ada, lain kalau parpol itu memiliki alat bantu baru di luar polling dan survei,” tuturnya.

PAN Main Dua Kaki di Pilpres 2019?

Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) saat melakukan pertemuan di Jakarta, Selasa (22/11). (Antara/Muhammad Adimaja)

Hingga saat ini PAN belum menentukan arah dukungannya untuk Pilpres 2019. Partai berlambang matahari itu kerap diisukan mendukung Presiden Jokowi, namun sang petinggi partai juga hadir dalam acara penerimaan mandat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Mengenai sikap partai PAN, Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet menilai dalam politik itu merupakan hal wajar.

“Ya dalam politik itu biasa,” kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/4).

Bamsoet menyebut, politik Indonsia sangatlah luwes. Sehingga setiap petinggi partai bebas menghadiri acara partai lain meski berbeda sikap politik.

“Kunjung-mengunjungi, menghadiri atau tidak menghadiri suatu kelompok yang berlainan tentu biasa,” ucapnya.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR itu menegaskan, koalisi yang saat ini sudah resmi mendukung Jokowi juga terus saling mengunjungi. Salah satunya seperti yang dilakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengunjungi Partai Golkar dan sebaliknya.