KPAI temukan dugaan Kemendikbud lakukan malpraktik pendidikan. (Swara)
Berempat.com

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan keprihatinan atas sulitnya soal mata uji matematika dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) Sekolah Menengah Atas (SMA) 2018 yang viral di media sosial maupun media massa.

KPAI menemukan ada dugaan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melakukan pelanggaran hak anak, karena menguji anak-anak dengan soal-soal yang materinya dan jenis soalnya tidak pernah diajarkan.

Hal-hal yang dikeluhkan diantaranya adalah soal UNBK Matematika yang sangat sulit, tidak cukup waktu mengerjakannya karena langkahnya yang banyak dan rumit, soal tidak sesuai dengan kisi-kisi dan siswa menyatakan hanya menyakini jawaban benar sekitar 5 sampai dengan 10 dari 40 soal yang diuji.

Siswa juga mengaku tidak pernah membayangkan soal matematikn UNBK sesulit itu, padahal selama ini sudah belajar keras untuk berlatih menyelesaikan soal-soal matematika dari berbagai sumber.

“Ini adalah malpraktik dalam pendidikan, tepatnya dalam evaluasi. Kalau mal praktik di kedokteran bisa menimbulkan kematian, mal praktik di pendidikan bisa merugikan para siswa dan merugikan kualitas pendidikan Indonesia,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, Selasa (17/4/2018).

Lebih lanjut Retno mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi kepada para peserta UNBK SMA yang berani bersuara di ruang publik atas kasus ini.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan menerima banyak keluhan dan pengaduan dari para peserta UNBK SMA tahun 2018, terutama untuk soal mata uji matematika. Luapan emosi anak-anak ditumpahkan melalui aplikasi WhatsApp, Line, Direct Massage Twiter, inbox Facebook, dan telepon langsung.

KPAI sendiri tidak membuka posko pengaduan, namun pengaduan para peserta UNBK yang diterima bidang pendidikan cukup banyak. Pengaduan berasal dari Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Depok, Kota Bekasi, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Pengadu ada yang berasal dari SMA negeri maupun SMA swasta.

Sumber: Netralnews.com

Berempat.com