Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi (Kiri) dan Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono dalam konferensi pers di Intiland Tower, Jakarta, Jumat (20/4). (Berempat.com/R. Shandy)
Berempat.com

Menjejaki triwulan pertama 2018 kepercayaan diri kembali didapatkan oleh para pengembang properti, salah satunya adalah PT Intiland Development Tbk yang optimistis terhadap pasar properti di Indonesia tahun ini. Intiland pun tak ragu mematok target pendapatan penjualan di tahun ini sebesar Rp 3,3 triliun.

“Kalau di tahun 2017 kita menargetkan pendapatan penjualan Rp 3 triliun, tapi di tahun ini target kita Rp 3,3 triliun,” papar Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono dalam konferensi pers di Intiland Tower, Jakarta, Jumat (20/4).

Kepercayaan diri Intiland memberi target lebih tinggi dibanding tahun lalu tak terlepas dari pencapaian yang didapat hingga akhir triwulan pertama 2018. Sejauh ini Intiland dikabarkan telah mencatatkan pendapatan penjualan Rp 966 miliar atau 29,3% dari target.

“Kami optimistis pasar properti membaik. Walaupun konsumen memang masih cenderung wait and see,” sambung Archid.

Namun, rupanya Intiland sudah mempersiapkan strategi jitu untuk bisa meningkatkan penjualan dan pencapaian target dengan membuat konsumen maupun investor yang wait and see menjadi kepincut. Strategi yang digunakan adalah dengan meluncurkan program Intiland Smart Deal. Program tersebut diklaim Archid sangat memberikan kemudahan dan keuntungan kepada konsumen.

“Kami memberi kesempatan untuk konsumen dan investor agar dapat memanfaatkan momentum yang baik ini,” tambahnya.

Keuntungan dan kemudahan yang dimaksudkan seperti program bebas cicilan atau cash back untuk pembelian seluruh produk Intiland saat ini. Tapi, program ini hanya dibatasi berlaku sampai tanggal 31 Mei 2018.

Sementara itu, menurut Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi, saat ini Intiland sedang memfokuskan pengembangan properti di dua kota, yakni Jakarta dan Surabaya. Untuk Surabaya, Theresia menyebutkan adanya proyek unggulan Intiland yang sedang dikerjakan, yaitu Tierra, sebuah proyek pengembangan yang menyasar kalangan menengah atas di Surabaya Barat.

Lebih lanjut, Archid menambahkan bahwa proyek Tierra tersebut sudah dibuat strategis untuk menyasar konsumen yang berasal dari kaum milennial. Itu bisa terlihat dari konsep tempat yang bukan hanya menyajikan perkantoran tapi juga menggabungkan unsur lifestyle di dalamnya.

“Proyek Tierra menjadi salah satu key project Intiland untuk pengembangan jangka panjang. Kami menunggu momentum terbaik untuk memulai pengembangan proyek ini,” terang Archid.

Saat ini, kawasan Tierra sendiri sudah berada pada tahap pertama pengembangan yang sudah berdiri dua tower yang memiliki tinggi 24 dan 14 lantai. Dari dua tower tersebut, Intiland akan memulai dari pembangunan satu tower yang menyediakan 638 unit.

“Untuk setiap unit apartemen akan dijual mulai dari Rp 600 juta,” terang Archid.

Proyek Tierra sendiri diketahui memiliki kawasan pengembangan yang cukup besar dan merupakan proyek jangka panjang. Luas area yang dimiliki adalah 7,5 hektare yang akan diisi oleh apartemen, gedung perkantoran, komersial, kawasan belanja, hotel, hingga penyediaan area terbuka hijau.

“Kita fokusnya tetap di proyek-proyek yang sudah ada. Untuk Jakarta (fokus pengembangan proyek) sekitar 60 persen dan Surabaya 40 persen. Untuk kontribusi sekitar 40-45% untuk di Surabaya bisa,” tutur Archid.

Sumber: berempat.com

Berempat.com