Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo. (Viva)
Berempat.com

PT Pertamina (Persero) dalam rangka persiapan menjelang Ramadan dan Idul Fitritelah membentuk satuan tugas (Satgas) untuk ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM dan LPG ke seluruh wilayah.

Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Rabu (16/5/2018), mengatakan pada tahun ini Pertamina memperpanjang masa Satgas BBM dan LPG.

“Kami perpanjang waktunya, biasanya dua pekan sebelum dan sesudah Lebaran, sekarang menjadi tiga pekan sesudah dan sebelum Lebaran,” kata Gandhi.

Gandhi memaparkan antisipasi dengan memperpanjang masa Satgas BBM ini karena sudah tersambungnya jalan tol dari Jakarta sampai Surabaya yang akan berdampak pada peningkatan jumlah pemudik.

Menurut dia, pemudik yang menggunakan transportasi jalur darat akan lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Pertamina memperkirakan jumlah pemudik akan meningkat 11 sampai 13 persen dari tahun lalu.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menyebutkan jumlah pemudik menggunakan roda dua diperkirakan mencapai 7,67 juta atau naik dibanding 2017 yang mencapai 6,8 juta.

Sementara itu, jumlah pemudik yang menggunakan roda empat diperkirakan mencapai 3,46 juta, naik dari tahun 2017 yang mencapai 3,1 juta.

Menurut Adiatma, selama Puasa dan Idul Fitri 2018, konsumsi BBM harian secara nasional diperkirakan naik rata-rata 15 persen.

Mengantasipasi hal tersebut, Pertamina akan meningkatkan stok dan penyaluran BBM selama dari rata-rata harian normal gasoline 90 ribu kiloliter menjadi 104 ribu kiloliter per hari.

“Kenaikan tertinggi diperkirakan terjadi pada puncak arus mudik, 9 dan 13 Juni 2018 dengan kenaikan 32 persen dan 29 persen dari konsumsi normal. Sedangkan arus balik pada 19 Juni 2018 diperkirakan mencapai 28 persen,” ujar Adiatma, seperti yang dikutip dari Antara.

Dengan meningkatnya jumlah pemudik, Pertamina akan tetap menyediakan pasokan premium dan solar di 7.600 SPBU seluruh Indonesia.

Untuk mengantisipasi kelancaran pasokan, Pertamina juga akan menyediakan BBM di sarana lain, seperti “rest area” terutama yang belum memiliki SPBU, Mobil Dispenser di 13 titik jalur mudik, KiosK Pertamax yang menyediakan BBM kemasan, serta menyiagakan 200 motor Satgas pengantar BBM Kemasan.

Sumber: Netralnews.com

Berempat.com