Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat membuka Rotary Wing Conference 2018 di JW Marriott, Jakarta, Rabu (26/9). (Berempat.com/Shandy)
Berempat.com

Sebuah konferensi terkait industri helikopter, Rotary Wing Indonesia Conference 2018 telah berlangsung pada hari ini, Rabu (26/9) dan Kamis (27/9) di JW Marriott, Jakarta. Konferensi ini merupakan rangkaian acara pembuka untuk kegiatan puncak, yakni berupa pameran internasional Rotary Wing Indonesia Airshow & Summit 2019 yang berlangsung pada 4-6 April 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Kegiatan yang diinisiasi oleh CSE Aviation dan Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia (APHI) bersama Deibindo ini dibuka oleh Chairman CSE Aviation Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim. Menurut Chappy, alat transportasi menjadi sangat penting bagi Indonesia yang notabenenya adalah negara kepulauan.

“Sisi perhubungan dengan transportasi itu menjadi satu hal. Bisa dikatakan suatu kebutuhan yang tak bisa dihindari. Kita bicara sebagai negara kepulauan, maka ada hal mendasar di sini,” ujar Chappy di JW Marriott, Jakarta, Rabu (26/9).

Chappy pun menilai, di negara kepulauan macam Indonesia ini terdapat banyak tempat yang menjadi proyek besar di lokasi-lokasi terpencil. Sebab itu, dibutuhkan alat transportasi yang super cepat dan efisien.

“Di sisi lain, bisnis-bisnis itu akan terjadi pula di kota-kota besar. Kebutuhan masyarakat luas terhadap transportasi yang cepat, aman, dan dapat memberikan garansi serta kebutuhan dari mekanisme bisnis itu sendiri akan sangat tinggi,” imbuhnya.

Sebab itu, menurutnya, masyarakat luas perlu melihat secara realistis bahwa kebutuhan helikopter sudah tak dapat dihindarkan lagi. Dalam konteks ini, Chappy menyebut Indonesia harus sudah siap untuk menjawab kebutuhan itu ke depan.

“Cepat atau lambat, mau tidak mau, kehadiran rotary wing di negara kepulauan seperti di Indonesia tidak bisa dihindari.  Apabila kita tidak mampu, maka orang-orang dari negara lainlah yang akan datang (untuk mengisi). Mari kita sama-sama semua menyadari hal ini, dan mari kita semua melihat bahwa kebutuhan rotary wing dari konteks industri dan bisnis benar-benar harus kita fokus melihat ke depan,” tegas Chappy.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa konektivitas antarwilayah di Indonesia sudah menjadi bagian dari mandat Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla.

“Konektivitas itu bukan saja di perkotaan tapi juga sampai di ujung-ujung daerah pelosok untuk kita koneksikan,” ujarnya.

Selain itu, Budi menerangkan, konektivitas dalam konteks ini tak hanya bicara soal ekonomi dan sosial, melainkan telah menjadi martabat bangsa dalam menyatukan Indonesia. “Jadi kita punya tugas yang berat untuk bangsa ini,” imbuhnya.

Industri transportasi helikopter bagi Indonesia sendiri bukan hal yang baru. Budi bahkan menyebut bahwa saat ini terdapat 29 perusahaan yang mengoperasikan helikopter sebagai transportasi kota di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Budi bahkan menyebut bahwa pemerintah berencana akan membuat beberapa regulasi terkait transportasi helikopter di Indonesia, khususnya untuk regulasi penerbangan malam. Tujuannya tak lain agar mobilitas bisa lebih lama bagi pengguna helikopter.

“Memang perlu kita siasati dengan cara-cara yang baik dan kita lakukan persiapan-persiapan sehingga apabila traffic itu menjadi kebutuhan yang masif kita sudah siap,” tegas Budi.

Pada kesempatan ini, Budi selaku Menteri Perhubungan diberikesempatan untuk membuka pergelaran Rotary Wing Indonesia Conference 2018. “Dengan mengucap bismillah acara ini resmi dibuka,” tutupnya.

Sumber: Berempat.com

Berempat.com