dok. istimewa
Berempat.com

Keberadaan taksi online mendapat apresiasi dari banyak masyarakat. Hal ini dikarenakan tarif yang ditawarkan lebih murah ketimbang taksi konvensional.

Meski begitu, bukan berarti taksi online mampu memberi keamanan dan kenyamanan laiknya taksi konvensional.

Baru-baru ini, ada seorang penumpang taksi online yang merasa tak nyaman akibat ulah si driver atau pengemudinya.

Keluhannya ini disampaikan lewat akun Facebook Nitya.

Dalam tulisan itu, wanita tersebut menyampaikan kekecewaannya terhadap ulah pengemudi taksi online yang tidak melayaninya dengan baik. Bahkan ia sempat dibentak dan mau ditampar oleh si driver.

Cerita berawal ketika Nitya bersama ibunya memesan sebuah taksi online di bilangan Kasablanka, Kuningan, Jakarta Selatan.

Saat itu, kedatangan taksi online tidak memberikan kepastian hingga 15 menit.

Selain itu, saat berada di dalam mobil, sang pengemudi juga sering marah-marah soal jalanan yang macet.

Oleh karena itu, Nitya membuat komplain yang meminta perusahaan pihak pengelola taksi online agar lebih profesional dalam menjaring para pengemudinya.

Berikut tulisan lengkap Nitya dalam status Facebooknya:

 

“Astagfirullah hari ini saya naik Grab Car setelah berbuka puasa dari Kota Kasablanka menuju lokasi tujuan bersama ibu saya.

Lucunya dari awal driver grab ini tidak merespon chat dari saya sampai sampai kami menunggu 15 menit tanpa kepastian.

Lalu saya melihat plat mobilnya yaitu Suzuki Ertiga F 1171 NE dan kami pun naik ke dalam.

Beliau tidak ada basa basi meminta maaf karena sudah menunggu lama atau pun mengucapkan selamat malam.

Menuju pintu keluar Kokas, beliau bertanya “ini ke Jatinegara atau kemana sih??” saya jawab dengan nada datar “bukan pak”

Lalu sudah terasa tidak nyamannya karena menyetir mobilnya ngebut dan tidak ngerem saat ada polisi tidur.

Tidak lama kemudian beliau menanyakan “ini lewat mana ya???”

saya jawab kembali dengan nada datar “lewat saharjo aja”

Lalu saya arahkan ke jalan potong karena jalan raya terlihat sangat macet.

Tidak lama terjadi kemacetan kembali di jalan potong dan beliau mengeluh sendiri “(becapa) sempit amat sih nih jalan”

Saya tidak merespon apapun.

3 menit kemudian beliau menanyakan “tau jalan ini darimana sih mba ??? Mobil saya susah lewat”

karena saya malas terpancing emosi lalu saya diamkan, tidak lama beliau melihat ke kaca spion “Denger ngga mba saya ngomong ??? Makanya lain kali driver aja yang nentuin jalan bukan penumpang!!!”

Saya pun terpancing emosi karena beliau semakin kurang ajar dengan ketidak sopanannya “bapak tuh kurang ajar ya dari awal tidak ada sopannya, menghubungi kami pun tidak. Kami td nunggu lama”

beliau menjawab sambil berbalik badan tangan kanannya sudah mau menampar saya yang duduk tepat di belakangnya sambil membentak “ngomong apa tadi ???

Saya dibilang kurang ajar ? yang butuh siapa ya yang telfon yang butuh!!!!! Banyak yang mau naik Grab saya bukan cuma situ aja!!!”

Lalu beliau menyuruh kami turun di tengah kemacetan, sungguh sangat sewenang wenang tidak ada sopan santun dan logika.

Jelas jelas dari awal beliau menanyakan arah lalu menyalahkan saya lewat jalan potong, niat saya baik supaya bensinnya tidak terbuang banyak jika lewat jalan raya yang sangat macet.

Dear Grab Indonesia tolong lebih aware dalam memilah driver karena ini berkaitan dengan keselamatan apalagi saya membawa Ibu saya dan kami keduanya wanita. Apakah pihak grab memikirkan sepanjang itu dalam memilih driver?

Sangat mengecewakan karena ini bukan kali pertama dialami pengguna Grab bahkan teman saya pun pernah merasakan hal yang sama.

Tolong bantu share karena ini untuk keselamatan semua pengguna Grab,”¬†tulis Nitya. (dini)

 

Berempat.com