Berempat.com

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup masih tercatat menguat jika dibanding penutupan akhir pekan kemarin. Penguatan rupiah terjadi saat USD sedikit menguat terhadap beberapa uang utama lainnya.

Penguatan rupiah diharapkan masih mampu bertahan dan berlanjut pada perdagangan berikutnya seiring masih positifnya berita ekonomi internal, terutama masih adanya imbas kenaikan rating S&P.

Namun demikian, tetap perlu untuk berhati-hati terhadap potensi pembalikan arah seiring kenaikan rupiah yang masih dirasa karena adanya eforia yang bisa saja berkurang dalam jangka pendek.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah juga tercatat lebih tinggi ke level Rp13.302/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.325/USD. Kisaran harian rupiah pada perdagangan akhir pekan ada di kisaran Rp13.283-Rp13.310/USD.

Rupiah menurut Yahoo Finance pada hari ini ditutup di level Rp13.300/USD atau masih tercatat lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.317/USD. Pergerakan rupiah berada pada kisaran level Rp13.278-Rp13.330/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.297/USD. Posisi ini perkasa 113 poin dari sebelumnya berada di level Rp13.410/USD.

Seperti dilansir Reuters, Senin (22/5/2017), USD menguat terhadap beberapa mata uang dunia, karena meski tidak terlalu tinggi. Karena investor mengambil saham dalam sepekan dari kekacauan politik di Amerika Serikat dan ekonomi zona euro yang kembali bangkit.

Indeks USD yang mengukur mata uangnya terhadap enam mata uang lainnya naik 0,2% menjadi 97,366. Tapi itu tidak jauh dari level terendah pada sesi sebelumnya di level 97.080, level terendah sejak 9 November.

Euro terhadap USD turun 0,2% menjadi 1,1169 setelah naik ke level tertinggi dalam enam bulan di level 1,1212 pada Jumat.

Berempat.com