Berempat.com

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali memaparkan kondisi terkait perekonomian Indonesia yang diklaimnya saat ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Sri mulyani memaparkannya langsung di hadapan para blogger di acara kopi darat.

“Saya diundang tepat satu minggu setelah dari Washington, minggu lalu para menkeu dan gubernur bank sentral berkumpul di Washington DC untuk pertemuan tahunan UMF-World Bank, dari meeting itu, menunjukan bahwa ekonomi dunia itu momentumnya lagi meningkat,” kata Sri Mulyani di Kawasan Kemang, Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Sri Mulyani mengatakan, outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017-2018 jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pada tahun 2016 kebelakang. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi tahin ini sebesar 5,17%, sedangkan di tahun depan sebesar 5,4%.

“Untuk outlook 2017-2018 growth-nya akan jauh lebih tinggi dibanding 2016 lalu, dari 3,2% menjadi 3,6%, kemudian menjadi 3,8%,” jelas dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, membaiknya perekonomian Indonesia akan baik juga bagi kehidupan masyarakat.

Seperti halnya ekspor komoditas, Indonesia diketahui masih menjadi negara yang mengandalkan komoditas. Secara tidak langsung, pada lima tahun lalu harga maupun volume komoditas indonesia yang booming menggerakan perekonomian nasional.

“Kalau ekonomi pick up seperti ekspor baik dari komoditas atau ekspor yang sifatnya bukan natural resource, maka ekonomi mulai menggelinding, anda akan lihat properti mulai akan menggeliat lagi,” jelas dia.

Perekonomian Indonesia yang terus membaik dan berkembang juga secara tidak langsung mengubah pola gaya hidup masyarakat di Indonesia.

“Ada yang mengatakan ada beberapa toko tutup, tapi rumah makan seperti ini penuh,” jelas dia.

Berempat.com